oleh

Minimalisir Penyebaran Covid-19, Pemkot Gencar Lakukan Hal Progresif

Laporan: Rifaldy Happy (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba

KOTA GORONTALO [KP] – Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penyerapan Anggaran Triwulan III Kota Gorontalo Tahun 2020 yang digelar secara virtual video conference, Rabu (14/10/2020)

Sekretaris Daerah Ismail Madjid yang mewakili Walikota Gorontalo mengatakan, saat ini kita masih dalam situasi yang belum kondusif akibat Covid-19 yang menerjang penduduk dunia sejak awal tahun 2020 hingga saat ini belum ada titik terang kapan akan berakhir.

“Untuk meminimalisir penyebaran virus corona di Kota Gorontalo kita telah melakukan hal-hal yang progresif seperti mensosialisasikan penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak serta melakukan pengawasan dan pemantauan di rumah makan, kantor-kantor ,pengendara mobil, motor terutama bagi yang tidak memakai masker,”katanya

“Yang tidak mematuhi protokol kesehatan pemerintah kota gorontalo dan masyarakat harus berbenah dan bersiap memasuki tatanan kehidupan normal baru atau new normal life dengan selalu mengindahkan protokol kesehatan,”lanjutnya

Menurut Ismail, hanya dengan mengikuti pedoman yang dianjurkan oleh WHO serta selalu berdoa kepada tuhan yang maha kuasa, insya allah kita akan dapat melewati ujian ini.

“Kita sudah mengakhiri Triwulan III dan memasuki triwulan keempat itu artinya 9 (sembilan) bulan telah kita lewati selama tahun 2020 dengan kondisi psikologis yang tidak menentu akibat terjangan virus corona atau Covid-19,”

Ia menjelaskan, wabah virus yang masih melanda saat ini telah mengakibatkan dampak buruk pada ekonomi internasional.

“Pada tingkat dunia ada 14 (empat belas) negara jatuh kejurang resesi ekonomi akibat hantaman covid-19 sejak triwulan II hingga berharap recovery di triwulan III seperti : Jepang, Inggris, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Perancis, Italia dan Filipina,”jelasnya

“Diindonesia, sebagian pengamat mengatakan bahwa kita sebenarnya sudah masuk resesi karena sejak triwulan I dan II terjadi perlambatan, bahkan pada triwulan ii terkontraksi cukup dalam yaitu 5,32%. untuk triwulan III pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 0 hingga minus 2 persen. kunci utama dari pemulihan ekonomi ini adalah konsumsi dan investasi ini adalah ungkapan yang perlu kita garis bawahi dari menteri keuangan sri mulyani,”

Ismail mengungkapkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Gorontalo untuk tahun 2020 pada triwulan I sebesar Rp 1.071.083.872.225 (satu triliun tujuh puluh satu milyard delapan puluh tiga juta delapan ratus tujuh puluh dua ribu dua ratus dua puluh lima rupiah), namun setelah dilakukan rasionalisasi dan pemotongan anggaran dalam upaya penanganan dan penanggulangan pandemi covid 19 apbd kota gorontalo berkurang sebesar Rp 128.751 799.750 (seratus dua puluh delapan milyard tujuh ratus lima puluh satu juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) sehingga total APBD kota gorontalo berjumlah 942.332.072.475 ( sembilan ratus empat puluh dua milyard tiga ratus tiga puluh dua juta tujuh puluh dua ribu empat ratus tujuh puluh lima rupiah) disamping itu pula dilakukan refocusing dan realokasi anggaran sehingga hal ini berdampak pada pelaksanaan program dan kegiatan yang ada di OPD.

“Dengan adanya kebijakan anggaran ini diharapkan tidak menyurutkan semangat kerja, justru diharapkan makin meningkatkan efektivitas kinerja setiap OPD dengan anggaran yang terbatas,”ungkapnya

Ia menambahkan, setelah 9 (sembilan) bulan berselang dimana pasien Covid-19 terus bertambah, kita merasakan bagaimana denyut nadi ekonomi masyarakat seolah terhenti. Kita tidak bisa larut dalam kondisi seperti ini secara terus menerus. Kita dituntut untuk memahami kondisi ini secara arif.

“Karena jika ekonomi tidak bergerak maka akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. mau tidak mau kita harus menjalaninya dengan senantiasa memperhatikan protokol kesehatan. industri, perdagangan, pariwisata, tetap kita dorong secara hati-hati agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,”tambahnya

Sebelum menutup sambutannya Ismail mengingatkan, untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai dalam rangka pembangunan daerah dan sejauh mana penyerapan anggaran ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Berbagai keterbatasan dan kendala yang kita hadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang menuntut kita untuk lebih bersungguh-sungguh dan serius dalam melaksanakan akselerasi kegiatan program pembangunan serta mengikuti terus berbagai perkembangan informasi,”

“Hal ini tentunya sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek halnya dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak di mungkinkan untuk di laksanakan,”pungkasnya.#[KP/HMS]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Feed