GORONTALOPOHUWATO

BNPT UNTUK INSPIRASI KERUKUNAN DI POHUWATO

Laporan : Tim KP (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, berjarak dua ratus kilometer arah Selatan Kota Gorontalo. Desa Banuroja ditetapkan saat pemekaran desa Motulohu tahun 2003. Banuroja singkatan dari Bali, Nusa Tenggara, Jawa dan Gorontalo. Nama itu dipilih karena warganya berasal dari suku-suku asal daerah tersebut. Mereka adalah para transmigran. Transmigrasi pertama dari Jawa, datang tahun 1981. Belakangan masuk pendatang dari suku Batak, Toraja, Minahasa dan Sangihe di desa seluas 350 ha itu. 

Dan, yang menarik di Banurajo adalah tingkat kerukunan warganya yang berjumlah 1050 jiwa, mayoritas petani di lahan kering itu. Walau berbeda suku dan agama, mereka hidup berdampingan dengan damai.

Di desa ini rumah ibadah dari suku-suku berlainan agama itu dibangun berdekatan dan tidak ada yang merasa terusik. Di desa ini pula kematian warga dari satu agama menjadi kedukaan bagi warga semua agama. Mereka berduyung-duyung  mengunjugi rumah duka untuk memberi belasungkawa.

“Jangankan konflik berbau sara, kasus-kasus kriminal pun tidak pernah ada”, tegas I Made Suardana, Kades Banuroja. 

Karena menjalani kehidupan yang rukun itulah, maka pada Januari 2019 lalu desa Banuroja, menurut penuturan Bupati Puhowato, Syarif Mbuinga diusulkan beberapa stakeholder ke BPIP (Badan Pengkajian Ideologi Pancasila) sebagai desa Pancasila.

Kondisi kerukunan yang terjaga puluhan tahun di Banuroja itu pun mendapat perhatian serius  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo. Sudah setahun terakhir ini FKPT  mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak seperti Forum Koordinasi Umat Beragama, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk pemilik pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Banuroja, Muhammad Dzikyan atau biasa dipanggil Gus Dzikyan, yang kesemuannya memberikan pesan tentang kuatnya ikatan kerukunan di Banuroja.   

Bahkan tidak di Banuroja saja. FKPT juga melakukan hal yang  sama di tiga desa tetangga yaitu Desa Manunggal Karya, Desa Sari Murni dan Desa Sidorukun, juga pemekaran dari Desa Motulohu. Kondisi kerukunan warga di tiga desa itu – juga berasal dari Bali, Nusa Tenggara, Jawa dan Gorontalo – persis seperti di Banuroja.

Data dan informasi kerukunan di 4 desa itu kemudian disampaikan ke BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Dan hari ini, sesuai rencana Kepala BNPT Komjen Pol. DR. Boy Rafli Amar, MH datang mengunjungi keempat desa itu.

Menurut Ketua FKPT, Prof. Ani Hasan, dikutip dari siaran pers Bidang Media, BNPT akan memberikan penghargaan kepada keempat desa tersebut atas prestasi warganya menjaga kerukunan  selama ini dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker