oleh

PROYEK IPAL DI SULEWATANG DIPERSOALKAN, LURAH GANTI KSM DITENGAH JALAN

Laporan : Achmad Husni (JMSI), Editor : Mahmud  Marhaba

POLEWALI MANDAR [KP] – Proyek Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD)  melalui bidang Cipta Karya berupa pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menuai kritikan.

Kegiatan pelaksanaan yang dilakukan di wilayah kelurahan Sulewatang  Kecamatan Polewali Kabupaten Polman oleh KSM menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp.570 juta.

Baharuddin selaku Ketua BKM Sulewatang mengatakan bahwa ada kejanggalan pekerjaan IPAL oleh KSM di Sulewatang tersebut. Pasalnya, Lurah Sulewatang melakukan pergantian KSM secara sepihak. Nama dan strukturnya pula berganti diduga tanpa melalui mekanisme yang benar.

“Pergantian KSM tidak melalui musyawarah di Kelurahan dan tidak melibatkan BKM serta tidak pula berkoordinasi dengan BKM. Jika merujuk pada tugas dan fungsi BKM, jelas bahwa KSM itu di bentuk oleh BKM dan unsur lainnya yang ada di Kelurahan,” ungkap Baharuddin.

pihaknya sangat menyayangkan atas sikap Lurah Sulewatang yang mengambil keputusan sendiri yang tidak melibatkan BKM dan selanjutnya kita akan hadapkan persoalan ini ke pihak yang berwenang.

Hj. Surianti selaku Lurah Sulewatang saat di konfirmasi dikantornya, Senin (07/09/2020) membenarkan bahwa pergantian KSM Sulewatang tidak melalui musyawarah dan tidak melibatkan BKM.

“Hal yang terjadi sebelumnya memang pergantian KSM di Sulewatang tidak pernah melibatkan BKM dan biasanya di pilih langsung oleh Lurah tidak seperti apa yang telah dipermasalahkan oleh Ketua BKM,” ungkap Lurah Sulewatang.

Saat dipertanyakan soal aturan dan regulasi yang memperbolehkan lurah mengganti KSM tanpa musyawarah dan tidak melibatkan BKM, Lurah Surianti belum tahu persis aturannya namun akan segera mempelajarinya.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Feed