GORONTALOHUKRIM
Trending

DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNG TERANCAM DIPOLISIKAN

Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Dekan Fakultas Tehnik Universitas Negeri Gorontalo Dr. Sardi Salim terancam dilaporkan Prof. Ani Hasan Kepolisi karena mendistribusikan pesan whatsapp yang berisi fitnah dan ujaran-ujaran yang tidak mengenakan. Isi pesen whatsapp Sardi itu antara lain menyebutkan : Prof. Ani membuat lembaga UNG terus kisruh.

Deswerd Zougira, kuasa hukum Prof. Ani kepada kabarpublik.id membenarkan pekan depan kasus ini dilaporkan ke polisi.

“Kami sudah meminta pendapat ahli bahasa dan ahli hukum yang menyimpulkan pesan whatsapp itu berisi fitnah dan merekomendasikan dapat dipidana, dikenakan pasal 27 (3) UU ITE”, ungkapDeswerd.

Deswerd mengatakan klliennya meminta dipolisikan karena merasa tidak nyaman dengan isi pesan whatsapp yang menuduh apa yang tidak pernah dilakukan. Dia katakan, kliennya tidak pernah membuat kekisruhan atau kekacauan.

Lantas apa yang membuat Sardi sampai mengirim pesan whatsapp ke Prof. Ani? Rupanya itu menyangkut keputusan Prof. Ani yang menyatakan banding atas PTUN Jakarta dalam sengketa penerbitan SK Pengangkatan Rektor UNG oleh Mendikbud. Di pesan whatsapp yang sempat kabarpublik.id baca, Sardi sepertinya tidak senang atas keputusan banding itu.

“Kami berharap dengan keluarnya putusan PTUN, itu sudah yang terakhir nama lembaga kita jadi kurang baik dan kita bisa bekerjasama lagi tapi masih terus berlanjut, jangan merasa benar dan baik sendiri bu”, tulis Sardi

Dekan Falultas Teknik UNG, Dr. Sardi Salim yang dimintai keterangan terkait pesan singatnya ke Prof Ani Hasan mengatakan jika dirinya hanya menasehati dan mengingatkan Prof Ani Hasan.

“Benar saya WA ke pribadi beliau. Saya bertanya, kenapa tarus bikin UNG jadi kisruh,” ungkap Sardi kepada kabarpublik.id, Minggu (09/08/2020).

Menurut Sardi, harusnya dengan keluarnya putusan PTUN, itu sudah terakhir masalah internal UNG bisa selesai dan kita bisa bekerja bersama lagi membangun UNG lebih unggul., tapi nyatanya Prof Ani Hasan masih terus mempermasalahkan dengan naik banding lagi.

“ Apa sih yang mau dicari?, tanya Sardi.

Kata Dekan Fakultas, dengan tindakan tersebut Bu Ani akan terus membangun hubungan yang tidak baik sesama internal dan menjadikan UNG diluar menjadi tidak baik.

Nampaknya, rencana pihak Prof Ani Hasan akan mempolisikan dirinya, Sardi mengataan jika pesan melalui WA merupakan hal internal pribadi antara dirinya dengan Prof Ani.

“Saya kira ini juga hal internal pribadi saya dengan Bu Ani, klu beliau tidak merasa senang harusnya beliau membalas WA saya dan bisa saja mengingatkan saya kalau saya salah atau keliru menilai beliau, tapi ini disampaikan, disebarkan lagi ke pihak lain dan menjadikan hal yang semestinya hanya saling mengingatkan karena beliau merupakan orang dekat yang sering bekerja sama dalam kegiatan di UNG, malah dijadikan masalah,” ungkap Sardi keheranan.

Namun, Prof. Ani Hasan melalui kuasa hukumnya mengatakan, sebenarnya, dia bisa memilih kata-kata yang bijak, tidak langsung menyudutkan, apalagi klien saya bukan bawahannya, tidak ada hubungan kerja atau hubungan keluarga.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker