BANDUNGJABARNASIONALOPINIPOLITIK

RUU HIP, PANCASILA DALAM ANCAMAN IDEOLOGI LAIN

Oleh: Usep Wahyu – Forum Bela Negara (FBN) RI Kota Bandung

Indonesia sebagai Negara yang merdeka berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 sebagai pijakan serta filosofi bangsa, sesungguhnya menjamin perlindungan bagi setiap warga Negara didalam segala aspek kehidupannya, inilah yang melandasi kehendak mulai dari para founding fathers, ini untuk membentuk Indonesia sebagai negara kesatuan.

Eskalasi ancaman yang dimulai dari perbedaan pendapat sebagai penyebab ketegangan pada elite pimpinan akan meyeret masyarakat kepada konflik yang lebar dan meluas, hingga akan menjadi “ajang pertumpahan darah” sesama anak bangsa, hal ini berimplikasi kepada “penekanan” politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia seperti telah kehilangan orientasi nilai-nilai keluhuran budi, moral dan etika yang kesemuanya terkandung dalam nilai-nilai falsafah Pancasila sebagai hasil konsensus seluruh Bangsa Indonesia pada saat memproklamasikan diri sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat.

Perbedaan pendapat senantiasa berujung sampai pertikaian fisik model peyampaian aspirasi hingga kini terus terjadi, dapatlah diindikasikan telah terjadi disorientasi nilai-nilai pada kehidupan masyarakat, sila-sila dalam Pancasila yang merupakan nilai-nilai luhur baik secara filsafati maupun refleksi teologi yang mengandung kebenaran dan digali dari bangsa sendiri tidak lagi dijadikan pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai falsafah bangsa merupakan ideologi negara yang sudah final, namun selalu dalam bayang-bayang faham lain selain Pancasila. Sekilas jika kita menoreh sejarah bangsa dimasa lalu, berbagai pandangan serta usulan menjadi tarik menarik kepentingan dalam rumusan rumusan Pancasila, maka tidaklah heran dan juga dapat dipersalahankan tingkat sensitifitas warga bangsa memiliki kepekaan setiap adanya perubahan perubahan yang terjadi tidak terkecualikan munculnya usulan baru menyangkut usulan Rancanga Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Usulan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) ini bisa saja dapat mempertegas tentang bagaimana implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari hari, namun juga bisa berdampak kurang baik apabila RUU bahkan mengancam nilai nilai persatuan dan kesatuan, apabia tidak memberikan suatu jaminan sebagai alat yang pemersatu karena tidak satu pemahaman yang utuh menyeluruh bagi segenap warga bangsa. Perbedaan cara pandang selalu mewarnai di alam demokratisasi dewasa ini, menuntut aparat penegak hukum harus lebih sigap dan tanggap dalam menyikapi setiap fenomena fenomena kebangsaan yang terjadi saat.

Aparat harus tampil dan berada di garda terdepan dalam mewujudkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, melakukan penegakan melalui tindakan tegas kepada siapapun yang berusaha menganggu ketertiban bangsa. Hal ini penting dilakukan agar menjamin kehidupan warganya dengan penuh kedamaian dan bermartabat.

Selain itu menjamurnya organisasi organisasi kemasyarakatan harus menjadi perhatian khusus keberadaanya, karena pergerakan organisasi merupakan kekuatan dan bisa juga menjadi kelemahan dalam menjaga keutuhan bangsa. Organisasi-organisasi kemasyarakatan harus menjadi bagian dari komponen bangsa dalam meningkatkan kewaspadaan nasional ditengah ketidakpastian arah kebijakan politicall will saat ini, ikut serta menjaga keutuhan bangsa.

Dinamika kebangsaan yang terjadi memberi gambaran situasi ditengah kemajemukan bangsa sebagai akumulasi dari penyimpangan-penyimpangan kehidupan masyarakat dalam memahami dan memaknai nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 serta Kebhinekaan apabila dibiarkan maka bangsa kita akan kehilangan orientasi dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan permasalahan bangsa yang perlu disikapi dan diahadapi bersama. Fenomena kebangsaan yang terjadi saat ini sangat memprihatikan, telah berbagai ketimpangan sosial politik dan budaya menjadikan kerawanan tersendiri dan mengancam keutuhan bangsa.

Dengan melihat perkembangan kehidupan berbangsa dan bertanah air di negara kita, maka kita harus bersama-sama hadir untuk menjawab melalui mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari konsensus dasar bangsa berpedoman kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan dluntuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, “Harga Mati” !.

Empat Konsesus dasar bangsa harus berakar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara karena nilai-nilai yang terkadung didalamnya menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan masyarakat yang majemuk dan nilai nilai yang terandung dari emapat konsensus tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Salam Nasionalis Kebangsaan. #*[KP-Jabar].

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker