JATENGKONTROLPEKALONGAN
Trending

APARAT KECAMATAN SRAGI SAYANGKAN BANYAK DESA BELUM PASANG PAPAN TRANSPARANSI BANTUAN COVID 19

Laporan : Oksa Aditya (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

PEKALONGAN [KP] – Dengan adanya pandemi covid 19 pemerintah pusat dan provinsi memberi kebijakan berupa dalam bentuk 7 bantuan yang diantaranya adalah : PKH, BPNT Reguler, BPNT Perluasan, Bantuan Sosial Tunai, JPS Kabupaten, BLT DD, dan satu lagi yang belum turun JPS Provinsi.

Dengan turunnya bantuan ke 6 yang sudah dicairkan dan dibagikan ke masyarakat di desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, diduga tanpa adanya papan transparasi penerima.

Seusai Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan informasi publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan pertama, hak setiap orang untuk memperoleh informasi. Kedua, kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan informasi secara cepat. Ketiga. Pengecualian bersifat ketat dan terbatas. Keempat, kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan informasi.

Karso selaku kepala desa Sumub Lor saat ditemui mengatakan, memang benar di desanya belum ada papan transparasi penerima bantuan covid 19, bahkan adanya tumpang tindih antara bantuan satu dengan yg lain.

Benar saja, pada saat awak media kabarpublik.id berkunjung kerumah Tasriah salah satu warga Dukuh Tengah mengungkapkan bahwa, memang benar dirinya pertama mendapatkan bantuan JPS Kabupaten berupa sembako, namun pada saat pembagian bantuan BLT DD dirinya mendapatkan lagi, tetapi dari perangkat desa memotong uang tersebut senilai Rp 150.000 seratus lima puluh ribu rupiah untuk mengganti bantuan yang pertama diterima. Dan menurut pengakuan Tasriah, dirinya tidak tahu uang tersebut nanti mau dikasihkan ke warga siapa.

“Yang jelas saya menerima bantuan dari dana desa sebesar Rp.450.000 ,” ungkap Tasriah ke media ini, Selasa, 16 Juni 2020 lalu.

Pada saat awak media ini menanyakan pemotongan bantuan tersebut kepada Kepala Desa Sumub Lor, Karso, dirinya mengakui telah meminta kembali bantuan tersebut senilai Rp.150.000, tetapi uang tersebut belum disalurkan kepada penerima manfaat yang lain, masih mengendap di desa, jelas Karso kepala Desa Sumub Lor.

Lilis selaku Kasi PMD kecamatan Sragi menghimbau kepada semua Desa agar tidak memotong dana bantuan yang sudah turun dari pemerintah.

“Semua Desa yang mendapatkan bantuan dari pemerintah harus memasang papan transparasi penerima manfaat, agar semua warga desa bisa melihat daftar nama penerima bantuan,” kata Lilis, Jum’at, (26/06/2020)

Namun dari pengakuan Lilis, menyayangkan banyak desa yang belum melaporkan hasil penerima bantuan,  sehingga pihak kecamatan belum bisa memantau kinerja aparatur Desa.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker