HUKRIMJAKARTAKONTROL
Trending

DOKTER BUGIL, AJV INGATKAN NETIZEN JAGA ETIKA DAN UU ITE

Laporan : Jumadi (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Video (AJV) Syaefurrahman Al-Banjary mengimbau para netizen tidak mengeksploitasi kasus kesusilaan untuk meraih penonton, karena hal itu merupakan pelanggaran berat bermedia sosial dan diancam pidana berdasarkan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-undang Pornografi.

“Coba kalau kasus itu menimpa isteri anda, anak anda atau ibu anda, bagaimana perasaan anda.?” ujar Syaefurrahman mengingatkan.

Ia mengomentari postingan seorang wanita berdiri tanpa busana di pinggir jalan di Surabaya, dan belakangan diketahui wanita itu adalah seorang dokter yang dilaporkan sedang depresi.

Video ini tayangang di youtube dan media media online. Video itu pertama kali diunggah melalui akun twitter @filipus_nove.

Polrestabes Surabaya sudah mengkonfirmasi bahwa pengunggah video itu sudah ditangkap di Jakarta Barat Sabtu (20/06/2020).

Syaefurrahman mengingatkan bahwa eksploitasi kesusilaan dalam dua jurnalistik maupun media sosial dilarang sehingga harus dihindari. Larangan itu antara lain terdapat dalam undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 yang menyatakan: ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan’.

Larangan serupa (mendistribusikan/mentransmisikan/membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik mengenai perjudian, bermuatan pencemaran nama baik, penghinaan, pemerasan dan pengancaman. Ancaman pidana melanggar pasal 27 adalah pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 milyar rupiah.

AJV yang baru berdiri bulan Februari 2020 merasa perlu mengingatkan kepada netizen dan jurnalis media apapun untuk tetap berhati-hati dan tidak sembarang memposting informasi baik gambar, narasi kata-kata maupun video.

Belum lama ini AJV menggelar pelatihan online tentang bagaimana melakukan tugas jurnalisme yang benar. Yang mendaftar mencapai 350 orang dengan beragam aar belakang. Ada mahasiswa, dosen, humas lembaga, netizen sampai ibu rumah tangga dan para blogger.

Dikatakan bahwa siapapun boleh menjadi jurnalis, utamanya jurnalis warga. Namun dengan ketentuan dan syarat tertentu. Informasi yang dibuat dan diposting bukan sekadar memenuhi unsur 5 W+ 1 H, tetapi juga aspek lainyakni untuk apa informasi itu ditayangkan.

“Di sinilah pentingnya etika bermedia menjadi penting ditegakkan. Kasus wanita tanpa busana di Surabaya memang bukan produk jurnalisme. Tapi bisa menjerumuskan jurnalis jika ikut-ikutan memberitakan tanpa etika. Bagi netizen video yang ingin bergabung dalam AJV, akan ada pembinaan kepada anggota bahkan advokasi dan pendampingan hukum jika terjerat kasus ITE. Karena tugas kami adalah melakukan edukasi agar kasus-kasus semacam itu tidak terulang,”kata Syaefurrahman. #*[KP].

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker