GORONTALOKONTROLPOLITIK
Trending

POLEMIK JEMBATAN MOLINTOGUPO, CBD : ADA KARYA YANG PARIPURNA, ADA JUGA KARYA YANG TIDAK SELESAI

Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Jembatan Molintogupo kini jadi sebuah perbincangan hebat bagi para politisi di Gorontalo. Terlebih antara politisi Nasdem dan Golkar.

Ini berawal dari berita media kami tertanggal 12 Juni 2020, baca : (https://kabarpublik.id/2020/06/12/menteri-pupr-apresiasi-usulan-rachmat-gobel-pembangunan-5-buah-jembatan-di-bonebol-menemui-titik-terang/) dimana Wakil Ketua DPR-RI, Rachmat Gobel menindaklanjuti kondisi daerah Gorontalo pasca bajir dasyat yang mengakibatkan jembatan Molintogupo ambruk dan terseret banjir.

Kondiai ini membuat Rachmat Gobel bertindak cepat dengan langsung menghubungi Menteri PUPR untuk meminta perhatiannya terkait kondisi jembatan. Nampaknya perhatian Rachmat Gobel disambut Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono dengan mengangedakan pertemuan pada Jumat pagi.

Kelima jembatan yang diaspirasikan warga tersebut adalah jembatan Molintogupo yang terletak di Desa Molintogupo dan Desa Alale, Jembatan Bulobulondu di Desa Boludawa, Jembatan Tulabolo di Desa Tulabolo, jembatan Tinemba di Desa Tinemba, Jembatan Kabila di desa Oluhuta dan Botupingge.

Diluar dugaan, jembatan Molintogupo sudah dialokasikan pembangunannya di tahun 2020 oleh Pemerintah provinisi Gorontalo melalui anggaran APBD.

Pertemuan Aleg DPR RI dan Menteri PUPR mendapat tanggapan miring dari Aleg Provinsi dari Partai Golkar, Thomas Mopili, melalui media online lokal merasa prihatin dengan prilaku elit seperti yang dikutip pernyataanya pada media itu :

“Thomas Mopili, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Golkar prihatin dengan perilaku elit yang cenderung melakukan upaya deligitimasi kinerja Gubernur Rusli Habibie dengan memberikan perhatian menemui Menteri PUPR untuk membahas Jembatan Molintogupo”.

Pernyataan ini mendapat respon dari Ketua DPD Partai Nasdem, Kota Gorontalo, Charles Budi Doku. Menurut CBD demikian biasanya Budi Doku disapa, menyayangkan sikap Thomas yang sudah malang melintang di dunai legislative dan juga pernah duduk sebagai Wakil Bupati.

“Rupanya masih ada anggota Dewan yang juga mantan Wabup, mantan Ketua DPRD tidak mengerti terkait kewenangan pusat, kewenangan provinsi dan kabupaten/ kota,” kata CBD kepada media kabarpublik.id , Selasa (16/06/2020).

Terkait dengan masuknya jembatan Molintogupo pada usulan 5 jembatan oleh Rachmat Gobel, menurut CBD tidak masalah.

“Ini khan hanya usulan, pemerintah dalam hal ini Kementrian PUPR akan memberi tahu jika proyek itu sudah dibiayai oleh anggaran APBD atau belum. Tidak akan terjadi tumpang tindih anggaran dalam sebuah pekerjaan proyek,” ungkap CBD yang juga mantan Wakil Walikota periode kemarin.

Kata CBD, Pengusulan jembatan untuk meminta perhatian khusus dari Menteri adalah sikap respon yang cepat dari seorang Wakil Rakyat di Senayan. Apalagi banyak rakyat yang membutuhkan akses tersebut untuk kepentingan mereka.

“Yang disulkan itu ada 5 buah jembatan, dan 1 diantaranya ternyata sudah dianggarkan oleh Pemerintah provinsi, baguslah kalau demikian. Berarti 4 lagi yang harus diseriusi untuk diperjuangkan sesegera mungkin,” kata CBD.

Tapi tegas CBD lagi, bahwa KK RG tidak pernah mengklaim ini merupakan perjuangannya, dan tidak ada keuntungan sedikit pun dalam perjuanagn ini untuk kepentingan dirinya, semua hanya untuk rakyat Gorontalo.

 “Emang dia tahu isi seluruh pembicaraan KK RG dan Menteri PUPR,” ungkap CBD lagi sambil memperlihatkan foto Thomas Mopili, seorang Aleg DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel.

“Foto itu sengaja saya bagikan sebagai bukti agar bung Thomas tahu dan sadar akan tugasnya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara berjenjang. Dan foto itu pula sebagai bukti jika KK RG tidak memandang warna politik dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Gorontalo. KK RG memahami ini adalah tugas Aleg Deprov untuk meminta dukungan perjuangan dari Aleg DPR RI apalagi kepada mereka yang mendapat kepercayaan sebagai pimpinan lembaga di senayan itu,” kata CBD.

Dari persoalan ini, kata CBD, ada makna yang terungkap bahwa ternyata jembatan itu sudah dianggarkan oleh Pemrpov.

“Bagus khan? Ternyata sudah dianggarkan, jika tidak seperti ini kita tidak tahu ada proyek jembatan yang nialinya miliaran rupiah. Tinggal bagaimana kita mengawasinya dengan baik agar proyek ini berjalan dan tidak menimbulkan masalah ditengah jalan nanti,” ungkap CBD sambil berharap adanya kedewasaan dari kita semua.

“Ingat…!!! Ada karya yang paripurna, ada juga karya yang tidak selesai,” tutup CBD.

Sementara itu, Thomas Mopili yang dimintai keterangan terkait dengan statemennya yang dianggap memprovokator adalah hal yang tidak benar. Dirinya hanya meluruskan jika jembatan Molintogupo sudah ada tender dan pemenangnya. Jangan ada lagi klaim bahwa itu perjuangan orang lain.

“Saya hanya menegaskan jika jembatan itu sudah ada hasil tender dan penemenangnya. Alangkah lebih elok jika persoalan ini didudukan bersama dengan memberikan win win solusion kepada daerah,” tegas Thomas Mopili.

“Jika ada anggaran tambahan yang diperjuangkan nanti oleh pak Rachmat Gobel, seharusnya dibicarakan bersama dengan tidak menggeser atau membatalkan proyek yang ada. Bagaimana nasib kontraktornya nanti? Paling bagus jika tambahan anggaran itu disinergikan dengan Pemda  untuk membangun jembatan yang lebih bagus,” kata Thomas Mopili kepada media ini.

Dirinya pun mempertanyakan jika pembangunan ini tidak diketahui oleh Aleg dan Pemda Bonebol.

Thomas menegaskan jika dirinya sangat kenal dan dekat dengan sosok Rachmat Gobel. Untuk itu dirinya meminta agar ketokohan Rachmat Gobel secara nasional tidak usah ditarik menjadi kedaerahan.

“Jangan kita perlakukan pak Rachmat Gobel sebagai tokoh Nasional ditarik-tarik jadi tokoh local, kasihan beliau,” ungkap Thomas prihatin.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker