oleh

BAC: PEMKOT CIMAHI NAIKKAN NJOP SAAT PANDEMI COVID-19, HAMBAT PEMULIHAN EKONOMI

Laporan : Jumadi (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

CIMAHI [KP] – Menanggapi kenaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang menyebabkan naiknya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Cimahi sebagaimana dikeluhkan warga Cimahi, Ketua Benyond Anti Corruption (BAC), Dedi Haryadi menilai kebijakan tersebut kontraproduktif ditengah krisis akibat pandemi covid-19 yang menimpa semua orang.

“Kebijakan tersebut kontraproduktif. Alih-alih mendorong ini justru menghambat pemulihan ekonomi. Nanti kalau bisnis sudah normal, baru pungut. Toh, gaji Aparatur Sipil Negara sudah aman karena dibayar Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Umum,” terangnya, Rabu (10/06/2020).

Menurut Dedi, dalam kondisi krisis semestinya Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memberikan insentif, diskon 50 % atau pembebasan PBB.

“Dalam kondisi krisis kasih insentif, kuduna mah (harusnya, red.). Diskon 50 persen atau bebaskan satu sampai dua tahun, yang kena dampak covid-19 kan semua orang,” jelasnya.

Terkait masalah tersebut, Warga Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Tengah, Herawati mempertanyakan besaran kenaikkan PBB yang cukup besar dan tidak sama dengan tetangganya.

“Iya, naiknya macam-macam, ada yang 100, 200, 300, 400 ribu dan aku naiknya 500 ribu loh. Dari 1,1 juta menjadi 1,6 juta,” keluhnya kepada wartawan kabarpublik.id, Rabu (10/06/2020).

Dilihat dari bukti resi pembayaran PBB miliknya, NJOP nya tetap tapi ada pengurangan sebelum pajak yang dibayarkan jadi berkurang hampir 100 %, jadinya naiknya lumayan gede.

“Padahal baru tahun kemarin aku benerin itu PBB, asalnya kan beda sendiri sama tetangga sebelah NJOP-nya,” imbuh Herawati.

Lebih jauh dirinya mempertanyakan kenaikkan karena faktor penyesuaian atau NJOP nya.

“Pertanyaannya apakah PBB orang lain juga sama yang berubahnya faktor penyesuaian atau NJOP-nya yang naik? soalnya tetangga sebelah naiknya cuman 100 ribu. Saya sih kalau rata kenaikkannya moal (tidak, red.) komplain,” tandas Herawati. #*[KPJabar].

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed