OPINI

[OPINI] : INTERNALISASI NILAI-NILAI ANTI KORUPSI KEPADA ANAK DI MASA COVID-19

Oleh : DR. Hijrah Lahaling, SHI., MH

Direktur Lembaga Riset Hukum dan Gender, Agen SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) dan Kaprodi Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo)

Dunia pendidikan kita saat ini belum maksimal dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi dan membangun karakter anak. Sehingga kelak mereka akan menjadi penyumbang terbesar kejahatan di Negara ini, salahsatunya melakukan korupsi ketika dewasa. Sementara anak adalah masa depan dan generasi penerus bangsa.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang saat ini kualitas moralnya semakin menurun yang dibuktikan dengan banyaknya kasus korupsi yang semakin lambat penanganannya bahkan terkesan ditutup-tutupi dengan prosedur yang semakin ribet. Apalagi sejak berlakunya Undang-Undang (UU) No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK. Jika hal tersebut dibiarkan terus menerus terjadi, maka Negara ini akan mengalami kehancurannya sendiri. Banyaknya kasus tindak pidana korupsi masih saja terus berlangsung sampai detik ini di Negara Indonesia yang kita cintai. Bahkan hampir setiap hari kita disuguhi berita di media tentang para pejabat, publik figur yang terjerat kasus korupsi.

Kejahatan mengambil hak orang lain dengan tujuan memperkaya diri sendiri umumnya dilakukan oleh orang dewasa. Oleh karena itu, salah satu yang bisa dilakukan untuk keluar dari persoalan tersebut adalah internalisasi nilai-nilai anti korupsi sejak dini sebagai upaya dalam mencegah korupsi. Karena menanamkan nilai-nilai karakter anti korupsikepada anak menjadi penting dalam meningkatkan kualitas moral sebuah bangsa.

Perkembangan Covid-19

                Penyebaran Covid-19 yang bermula dari Wuhan Cina, saat ini sudah tersebar luas dan sangat cepat di hampir semua Negara termasuk Indonesia. Virus Corona ini bisa menyerang siapa saja termasuk kelompok rentan yaitu anak-anak. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Covid-19, itulah sebabnya mengapa kita terus dianjurkan melakukan pencegahan penyebaran virus ini dengan wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak meningkatkan daya tahan tubuh, bahkan kita dianjurkan untuk tidak keluar rumah jika tidak penting atau melakukan kontak fisik dengan orang lain.

Data perkembangan Covid-19 di Indonesia, per tanggal 6 Juni 2020 yaitu total terkonfirmasi 30.514 +993 kasus, 18.806 dirawat (61,631%), 1.801 meninggal (5,902 %) dan 9.907 sembuh (32,467%). (Sumber Data covid19.go.id per tanggal 6 Juni 2020). Berdasarkan data tersebut, kita bisa melihat bahwa setiap hari jumlah positif Covid terus bertambah atau mengalami peningkatan. Sehingga pemerintah terus melakukan upaya-upaya dan langkah-langkah mitigatif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut.

Saat ini, hampir semua daerah telah menerapkan Social Distancing, Physical Distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai yang diatur di dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan aturan PMK Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019. Bahkan beberapa daerah penerapan PSBB nya sudah memasuki tahap ketiga diantaranya Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Gorontalo, dan Jawa Barat. Setelah PSBB akan diterapkan New Normal atau tatanan baru beradaptasi dengan Covid-19.

Selama Covid-19 diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di awal bulan Maret, maka sejak itu sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi semuanya diliburkan dan tidak boleh beraktivitas seperti biasanya, sehingga proses belajar mengajar di lakukan dari rumah, melalui daring, virtual, WA, dan beberapa metode lainnya. Meskipun tidak semua anak bisa melakukan cara itu karena  beberapa keterbatasan misalnya jaringan internet, kuota bahkan masih banyak anak yang tidak memiliki fasilitas seperti HP, komputer ataupun laptop yang bisa diakses di rumah mereka.

Nilai-Nilai Anti Korupsi

Untuk membentuk karakter, watak, ataukah kepribadian seorang anak, maka penting untuk menanamkan nilai-nilai dalam membangun sebuah karakter melalui cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai karakter berdasarkan budaya dan bangsa seperti religius, jujur, tolerasi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, sosial dan bertanggung jawab.

Nilai-nilai karakter tersebut juga adalah bagian dari nilai-nilai anti korupsi yang dikenal dengan Sembilan Nilai (Semai), yaitu: 1) Kejujuran, 2) Kesederhaan, 3) Kegigihan, 4) Keberanian, 5) Kerjasama, 6) Kedisiplinan, 7) Keadilan, 8) Bertanggung Jawab, dan 9) Kepedulian.

Kejujuran, adalah tindakan tidak berbohong, sikap atau perilaku yang menunjukkan keterbukaan dalam mengungkapkan sesuatu sesuai kenyataan, yang dilakukan, dialami dan dirasakan, bertindak sesuai dengan perkataan atau integritas. Presiden RI Joko Widodo menyatakan “Kejujuran adalah Nilai Fundamental dalam Membangun Karakter Bangsa.” Contoh perilaku sehari-hari di rumah adalah kakak tidak boleh mengambil mainan adik yang bukan miliknya, biasakan anak meminta izin sebelum meminjam barang apakah itu milik kakak, adik, ayah, ataupun ibu. Menakankan pada anak untuk berkata jujur dan mengakui kesalahannya. Jika kebiasaan ini terus dilakukan di rumah maka akan menjadi karakter anak untuk terus berlaku jujur dalam hidupnya.

Kesederhanaan, adalah pola hidup yang proporsional tidak berlebihan dan mampu memprioritaskan sesuatu yang lebih dibutuhkan. Misalnya, anak diajarkan untuk berhemat, menabung, merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan bukan keinginan, penekanannya bahwa yang bukan baru atau bagusnya yang terpenting tapi apa fungsi dan manfaatnya.

Kegigihan, bahwa semua urusan manusia melibatkan usaha dan hasil. Kegigihan dalam berusaha adalah ukuran untuk meraih hasil itu (James Allen). Contoh kegigihan yang bisa diterapkan ke anak-anak selama di rumah adalah ketika anak mendapatkan tugas atau pekerjaan rumah dari sekolah jangan biarkan si anak memilih jalan pintas misalnya mencari jawaban lewat google atau crome, tapi biarkan dia mencari jawabannya melalui hasil bacaan yang ada di dalam buku agar anak terbiasa membaca dan memahami apa yang dibacanya itu.

Keberanian, adalah melawan ketakutan. Berani berkata jujur setelah melakukan kesalahan merupakan contoh yang baik buat anak. Selain itu, di rumah anak harus berani mengeluarkan pendapatnya dengan cara yang sopan jika ada keinginan orangtua yang sulit dilakukan oleh anak.

Kerjasama, adalah pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama agar pekerjaan tersebut bisa cepat dan menjadi lebih ringan. Contohnya kakak dan adik bersama-sama merapikan mainan dan tempat tidur, Perlihatkan kepada anak hasil dari kerjasamanya yang bisa diselesaikan lebih cepat dan hasilnya lebih bagus.

Kedisiplinan, merupakan sikap atau perbuatan seseorang berupa ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan, etika, norma dan kaidah yang berlaku. Nilai kedisiplinan harus terus ditumbuhkan kepada anak misalnya kebiasaan tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan peraturan yang dibuat bersama di rumah. 

Keadilan, adalah proporsional dimana keadaan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan kakak yang SMP berbeda dengan adik yang masih SD. Selain itu, mengajarkan konsep keadilan berdasarkan usia anak. Misalnya, di rumah setiap anak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi antara anak laki-laki dan perempuan, antara kakak dan adik. Menekankan pada anak bahwa setiap orang punya hak dan kewajiban yang sama dan harus diperlakukan setara.

Bertanggungjawab, merupakan sikap dan ciri manusia yang beradab dan berbudaya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak, artinya berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Misalnya, anak menumpahkan air di lantai maka dengan kesadarannya harus segera dia lap. Jika si kakak merusak mainan adiknya maka mencoba untuk memperbaikinya. Apabila adik telah meminjam barang si kakak maka adik harus bertanggung jawab mengembalikannya.

Kepedulian, adalah sikap peduli dan rasa empati yang dilakukan melalui aksi dan tindakan. Sikap peduli dengan cara sederhana yang bisa diterapkan ke anak misalnya, menghibur kakak yang lagi bersedih, merawat tanaman agar tumbuh subur, berbagi makanan kepada tetangga yang kurang mampu.

Nah, Sembilan (9) nilai-nilai anti korupsi tersebut juga merupakan nilai integritas yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak agar menjadi suatu kebiasaan dan pandangan hidup. Selain membangun karakter anak, juga sebagai upaya dalam mencegah tindak pidana korupsi di masa yang akan datang.

Pentingnya Internalisasi Nilai-Nilai Anti Korupsi kepada Anak di Masa Covid-19

Kurang lebih 3 bulan lamanya Indonesia berkutat melawan Covid-19 sampai hari ini, dan selama waktu itu pula anak-anak tidak bersekolah. Anak-anak diliburkan dan dirumahkan mengingat virus ini sangat berisiko terhadap mereka sebagai kelompok rentan selain lansia yang juga sangat rentan.

Pengertian Anak menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. Rata-rata usia anak 18 tahun ke bawah berada pada jenjang sekolah PAUD sampai SMA. Selama Covid-19, anak-anak ini diliburkan dan dianjurkan untuk tinggal di rumah saja, maka secara otomatis intens pertemuan orangtua dan anak semakin besar dibandingkan sebelum ada covid-19 apalagi jika kedua orangtuanya sama-sama sibuk bekerja sehingga interaksi terhadap anak sangatlah kurang.

Nah, dimasa pandemi inilah kesempatan bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai anti korupsi kepada anaknya, dan lebih memudahkan orangtua melakukan pengawasan terhadap implementasi nilai-nilai tersebut dalam keseharian mereka. Kesempatan ini harusnya dimanfaatkan, karena situasi ini tidak biasanya kita rasakan dimana seluruh anggota keluarga (ayah, ibu, anak) bisa berkumpul bersama setiap hari dari pagi sampai malam, yang terjadi sebelum pandemi anak-anak justrulebih banyak berinteraksi dengan gurunya yang belum tentu mengajarkan nilai-nilai anti korupsi setiap hari di sekolah.

Anak adalah harapan, masa depan dan generasi penerus bangsa. Anak adalah generasi anti korupsi yang akan menyelamatkan Indonesia menjadi bersih dan bebas dari korupsi. Negara Republik Indonesia saat ini menjadi Negara darurat korupsi yang harus segera diselamatkan agar Negara ini tidak hancur di masa yang akan datang. Virus Korupsi di berantas tidak hanya sebatas pada penindakan hukum dan pengungkapan para pelaku korupsi saja atau koruptor, tapi juga tindakan atau upaya pencegahan harus dilakukan secara terus menerus dimulai sejak dini, dari diri sendiri, dari lingkungan keluarga lalu mengajak orang lain dan membuat gerakan yang lebih massif.

Saat ini sudah banyak terbentuk lembaga maupun gerakan anti korupsi yang memiliki tujuan yang sama untuk memerangi korupsi melalui upaya-upaya pencegahan, Misalnya saja Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang agen-agennya sudah tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia, ada juga ICW dan sekolah-sekolah anti korupsi lainnya.

Pendidikan anti korupsi diterapkan kepada anak-anak sejak dini dan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan orangtua harus menjadi contoh karena anak adalah peniru yang baik. Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk terus menginternalisasi nilai-nilai anti korupsi kepada anak-anaknya agar kelak anak-anak ini tumbuh dewasa sudah mengetahui dan memahami tentang dampak dan bahaya perilaku koruptif, dimana perbuatan korupsi merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan yang akan membuat kerugian bagi orang lain dan Negara dalam lingkup yang lebih besar. Perbuatan yang tidak benar tentunya ada akibat hukum yang ditimbulkan.

Jadi, Korupsi dan Corona adalah sama-sama virus berbahaya yang harus dicegah dan diberantas di muka bumi ini. Dengan gotong royong dan bekerja sama, maka kita akan mewujudkan Indonesia menjadi Negara yang bersih, damai, sehat dan sejahtera.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker