OPINI
Trending

KONSEKWENSI TUDUHAN TANPA BUKTI

Oleh : Soewitno Kadji

TUDUHAN oleh seseorang terhadap orang lain telah melakukan suatu perbuatan yang melawan hukum, dengan cara membeli ijazah yang dengan ijazah itu seseorang memperoleh sesuatu keuntungan bagi dirinya, adalah suatu tuduhan yang harus diseriusi oleh si penuduh itu sendiri tentang pembuktiannya, bahwa apa yang dituduhkannya kepada seseorang itu adalah benar adanya.

Sebab hal tersebut akan menimbulkan dampak konsekwensi hukum terhadap si penuduh, sebagaimana ketentuan dalam undang-undang hukum pidana pasal 311 ayat (1) Tuduhan tanpa dasar alat bukti adalah  merupakan suatu perbuatan Fitnah terhadap seseorang yang mengakibatkan tercemarnya harkat dan martabat orang karena kedudukannya sebagai warga negara yang baik atau sebagai pejabat negara.

Barang siapa melakukan kejahatan menista dengan tulisan, dalam hal ini ia diharuskan untuk membuktikan tuduhannya itu. Jika ia tidak dapat membuktikan, maka ia dapat dihukum karena memfitnah dengan hukuman penjara selama lamanya 4 tahun.

Dalam hal kewajiban pembuktian oleh si penuduh atas hal yang ia tuduhkan dilakukan oleh tertuduh tentang pembelian ijazah yang kalau dapat dibuktikannya bahwa benar ijazah itu dibeli oleh tertuduh, maka ijazah itu adalah palsu.  

Namun sangat sulit bagi si penuduh untuk dapat membuktikan tentang tuduhannya ini, ketika si tertuduh dapat memperlihatkan suatu ke absahan dari ijazah-ijazah yang dimilikinya kepada pihak penyidik. Sehingga dengan sendirinya bukti keabsahan ijazah ini menjadi bukti bahwa apa yang dituduhkan oleh si penuduh adalah fitnah.

Sebab keabsahan ijazah-ijasah yang dimiliki oleh tertuduh ini, sudah melalui pengujian keabsahannya disaat si tertuduh mengikuti Pilkada yang mensyaratkan adanya kepemilikan ijazah dan telah terverifkasi keabsahannya oleh lembaga penyelenggara Pilkada (KPU dan Bawalu) dan oleh Lembaga Peradilan Tata Usaha Negara disaat keabsahan ijazah yang dimilikinya dikomplein oleh peserta pasangan Pilkada lainnya. Semua lembaga tersebut, telah menyatakan bahwa ijazahnya adalah sah perolehannya oleh pemiliknya!

Maka untuk membuktikan bahwa tuduhan yang sampaikan oleh penuduh secara tertulis melalui media online yang telah tersebar dan diketahui oleh publik itu, susungguhnya adalah fitnah, tertuduh cukup hanya dengan memperlihatkan putusan kasasi TUN Mahkamah Agung Republik Indonesia, nomor: 571.K/TUN/Pilkada/2016 saja kepada penyidik sebagai buktinya.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker