GORONTALOJAKARTA

WAGUB IDRIS RAHIM MINTA KE KEPALA BAPPENAS FASILITAS RS AINUN UNTUK PENANGANAN COVID-19, INI TANGAPAN DUKUNGAN BENDUM LAMAHU ETHON LIHAWA

Laporan : Rifaldy Happy (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Web Seminar yang diselenggarakan oleh  Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU) dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo DR. Idris Rahim. Wagub menyampaikan harapannya kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas, DR. Suharso Monoarfa Jumat (22/05/2020).

Wakil Gubernur Idris Rahim menyampaikan keinginannya Kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas (PPN/Bappenas) Suharso Manoarfa agar  dapat memberikan bantuan fasilitas kesehatan di Gorontalo.

Wagub menilai bahwa dengan bertambahnya pasien positif Corona di Gorontalo, maka perlunya sebuah fasilitas yang memadai termsuk fasilitas di RSU Ainun Habibie.

“Bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Gorontalo, oleh karenanya pak Menteri kedepan kita harus  meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Gorontalo ini, utamanya Rumah Sakit Ainun. Saya mengharapkan bantuan dari pak Menteri,” tutur Idris.

Diketahui bahwa RSU Ainun Habibie sejak dari perencanaan membangunan dengan menggunakan model KPBU telah mendapat pertenrtangan yang begitu serius ditengah masyarakat. salah satunya adalah Aleg Deprov, Adhan Dambea yang begitu ngotot tidak setuju dengan model pembiayaan KPBU. Adhan menilai bahwa model pembiayaan menggunakan KPBUD hanya membebani APBD selama 25 tahun lamanya. Dan menurutnya kondisi ini akan memebbani daerah dan pemimpin Gorontalo pada masa yang akan dating. Kondisi ini berlangsung lama sebelum Adhan Dambea dilantik menjadi Aleg Deprov saat itu. Namun, dalam perjalanannya, Aleg periode 2014-2019 akhirnya meloloskan juga pengangaran melalui APBD.   

Menteri PPN/Bappenas Suharso menuturkan, Rumah Sakit Ainun yang dibangun dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) semoga bisa menjadi perintis sesuatu yang baru di Gorontalo.  Tetapi disisi lain, dirinya pun sangat menghargai aspirasi yang beredar diluar terkait pembiayaan RSU Ainun dengan model KPBU.

 “Rumah Sakit Ainun dibangun dengan model KPBU ini menjadi yang pertama. Meskipun saya dengar ada warga Gorontalo yang mempertanyakan hal itu. Tapi percaya sama saya, kami di Bappenas tidak semerta-merta begitu saja mau menyetujui alasan pembentukan KPBU apalagi yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat,” jawab Suharso.

Sementara itu, Bendahara Umum Lamahu, Ethon Parman Lihawa menilai justru Manteri Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas kembali mendukung percepatan pembangunan Rumah Sakit Ainun Habibie saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar Lamahu Mohimelu sore tadi.

Untuk itu, Bendahara Umum Lamahu Ethon Parman Lihawa mendukung pembangunan RS Ainun segera di wujudkan. Kebutuhan akan RS itu sangat jelas terlihat saat satu-satunya RS rujukan Gorontalo yaitu RS Aloei Saboe tidak bisa menampung lagi pasien Covid-19.

“Pembangunan RS Ainun yang menggunakan skema KPBU adalah inovasi pemerntah Provinsi untuk menyediakan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Gorontalo, bahkan mungkin bisa menjadi RS regional yang dapat di manfaatkan oleh daerah daerah tetangga Gorontalo yang juga bisa menjadi RS kebanggaan masyarakat Gorontalo,” ungkap Ethon Lihawa kepada media kabarpublik.id saat dimintai keterangannya usai dialog itu.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker