BANDUNGJABAR

KETUA PB PGRI KE XXI, AYAH DIDI : SAAT PSBB, ORANGTUA PUNYA PERAN UTAMA DIDIK ANAK-ANAK DI RUMAH

Laporan : Endang Suherli (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

BANDUNG [KP] – Libur sekolah yang panjang selama pandemi Corona menyebabkan warga sekolah khususnya orangtua menjadi kelabakan mengajari anak-anaknya di rumah, yang sejatinya guru mendidik dengan kondisi di dalam ruang sekolah, sekarang menjadi di rumah selama libur Wabah Covid 19 yang hampir 2 bulan lebih siswa belajar dari rumah.

Ayah Didi menejelaskan, bagaimana peran orang tua menghadapi anak-anaknya selama Pembelajaran jarak jauh di rumah banyak keluhkan orangtua.

“Menyangkut pelaksanaan pendidikan, PSBB memberikan jalan keluar, bahwa  pendidikan yang selama ini dilakukan tatap muka di sekolah dialihkan melalui jarak jauh, pendidikan layanan khusus bencana skala nasional, dan pendidikan berbasis dalam jaringan (daring). Mengembalikan peran orangtua sebagai pendidik yang selama ini pendidik hampir seluruhnya diserahkan kepada pihak guru dalam hal ini pendidikan (sekolah/ madrasah). Peran pendidikan keluarga dan lingkungan agar diperhatikan serta diberi kebijakan utama oleh pemerintah di saaat keadaan darurat selama Covid-19,” jelasnya, Rabu (06/05/2020).

Apa peran yang harus di lakukan orangtua selama PSBB belajar siswa di rumah supaya PJJ tidak membuat Stress anak?

“Peran orangtua dan masyarakat sudah sewajarnya dalam pelaksanaan pendidikan saat pandemi Covid-19 mendapatkan peranan lebih besar, hal ini sesuai dengan Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan oleh bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara bahwa, ada tiga pusat pendidikan yaitu sekolah, orangtua dan masyarakat,”jelasnya.

Mantan Ketua PGRI Masa Bakti XXI menambahkan bahwa hikmah dibalik musibah Covid 19 di dunia pendidikan dengan pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan dengan peserta didik tetap ada di rumah dan orangtua juga bekerja dirumah, menjadikan pertemuan dan tatap muka antara orangtua dan anak sebagai peserta didik lebih banyak dan intensif, lebih banyak memberikan  pendidikan langsung kepada anak-anak peserta didik, yang selama ini pendidikan lebih banyak dipusatkan di sekolah.

Jadi kata ayah Didi, banyak terpusat di sekolah sedangkan peran orangtua kapan mengajar di rumah serta apa saja? Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 20 Tahun 2018 Pelaksanaanya melalui harmonisasi olah hati (Etik), olah pikir (Literasi), olah rasa (estetika) dan olah raga (Kinestetika) dengan perlibatan sekolah, orangtua dan masyarakat.

Ditegaskan lagi oleh mantan Ketua PGRI sekaligus menaungi rumah honorer, Ayah Didi bahwa sekolah, orangtua dan masyrakat dalam kondisi darurat Covid 19 agar bisa gotong royong dengan mengambil peran masing-masing sesuai dengan fungsi dan kemampuannya dan disarankan kepada pemerintah pusat yang bertanggung jawab di dalam dunia pendidikan secara Nasional dalam hal ini Kemendikbud dan Kemenag yang telah memberikan pedoman PJJ.

“Saatnya orangtua menjadi guru bagi anak-anaknya dan lingkungannya. Sejatinya semua orang adalah guru,” harap Ayah Didi. #[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
5
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker