oleh

JMSI GORONTALO KECAM TINDAKAN SECURITY PT. ROYAL COCONOUT GORONTALO YANG MEMINTA MENGHAPUS DOKUMEN WARTAWAN

Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

KABUPATEN GORONTALO [KP] – Sejumlah warga Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat dan juga warga Ombulo keluhkan bau tidak sedap  yang diduga berasal dari pabrik tepung kelapa PT. Royal Coconout Gorontalo yang berkedudukan di Desa Ombulo.

Tim kabarpublik.id segera melakukan investigasi kepada kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi. Dan benar, apa yang menjadi keluhan warga tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Yosonegoro, Senin (20/04/2020).

“Kadang bau itu datang saat malam hari disaat memasuki jam istirahatnya warga,” ucap Kades Yosonegoro ini kepada wartawan kabarpublik.id siang itu. Tentu bau ini sangat mengganggu tingkat kenyamanan warga saat beristirahat di malam hari.

Setelah mendapat kebenaran dari aparat Desa, Tim kabarpublik.id mendatangi langsung pabrik penghasil tepung kelapa tersebut.

Siapa sangka, saat hendak melakukan klarifikasi terkait dengan keluhan warga ini, Tim kabarpublik.id dicegal oleh pihak security yang sedang bertugas di tempat itu dengan alasan pihak media harus menyurati terlebih dahulu kepada perusahaan untuk melakukan wawancara.

Tak sampai disitu saja, pada saat wartawan kabarpublik.id mengambil dokumentasi mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, pihak security langsung membentak dan menyuruh untuk menghapus foto tersebut.

Tindakan security tersebut mendapat kecaman dari pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) provinsi Gorontalo. Kepada media ini, Ketua JMSI Gorontalo, Ridwan Mooduto geram dengan ulah Security perusahan tersebut. Alasannya, pabrik itu bukan sesuatu yang memproduksi barang haram seperti narkoba atau barang illegal lainnya sehingga pengambil foto saja dihalang-halangi.

“Perlakukan security yang meminta untuk menghapus dokumen awak media merupakan pelanggaran undang-undang pers dan kami akan melakukan penuntutan kepada pihak perusahan,” ungkap Ridwan dengan penuh kesal.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Sekretaris JMSI provinsi Gorontalo, Ismail Abas. Dirinya mengatakan jika tindakan meminta untuk melakukan penghapusan dokumen wartawan adalah perbuatan melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi pidana,

“Ya, kami tidak akan diam, besok kami akan melaporkan hal ini ke pihak Polda Gorontalo, dan akan didampingi oleh ombudsmen media kabarpublik.id Deswerd Zougira, SH,” ungkap Ismail yang juga memiliki latar belakang pendidikan ilmu hukum itu.

Sementara itu, Tim kabarpublik.id juga mengkonfirmasi kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo terkait dengan keluhan warga tersebut. Syaiful, Kadis DLH kabupaten Gorontalo dalam keterangannya kepada media ini mengatakan jika selama ini pihak perusahaan tersebut selalu memasukan laporan yang disertakan dengan hasil uji laboratorium.

“Dan uji laboratorium tersebut berasal dari Makassar yang laboratorium nya sudah terverifikasi,” ungkap Syaiful.

Namun, dirinya bersama tim berjanji akan mendatangi pabrik tersebut guna melakukan peninjauan terhadap pabrik itu.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed