BANDUNGJABAR

INI PESAN FPSH HAM BANDUNG UNTUK MILlENNIAL DITENGAH PANDEMI COVID-19

Laporan : Jumadi (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KOTA BANDUNG [KP] – Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Kota Bandung menggelar Seminar bertajuk “Pesan Pada Millennial Ditengah Pandemi” melalui media virtual zoom dan disiarkan langsung dikanal Youtube FPSH HAM Kota Bandung, Sabtu malam (18/04/2020).

Penanggungjawab Seminar, Rendra Renggana Mahesa dalam siaran persnya berharap Seminar Virtual dapat mengedukasi masyarakat dengan cara millenial yang dikemas menarik serta mendorong kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19.

“Tujuannya supaya masyarakat sadar tentang edukasi Covid-19, selain itu pemuda harus mengerti dan paham sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Rendra.

Menurutnya narasumber menyampaikan materi dengan baik dan menarik sehingga mudah dimengerti, Depi Agung Setiawan dari Jabar Saber Hoaks memaparkan tentang informasi hoaks selama Covid-19 dan tentang ciri-ciri hoaks.

“Teman-teman, share yang penting (saja), jangan yang penting share (asal-asalan ngeshare),” pesan Depi.

Sementara itu Dokter Klinik Keluarga Mitra Sehati, dr. Putrinda Wisty berpesan masyarakat jangan mudah tergiring opini, wajib dan penting check informasi yang valid.

“Banyak masyarakat yang tergiring dalam opini publik yang tidak dicek kesesuaian faktanya contohnya seperti berjemur, berjemur memang baik tapi itu dilakukan di iklim tropis sedangkan Indonesia subtropis, juga masyarakat jangan asal mengkonsumsi Vitamin C meskipun dianjurkan, tetapi ada takarannya yang pada akhirnya pasien yang datang kebanyakan bukan karena Corona tapi karena sakit ulu hati dan asam lambung naik,” paparnnya.

Dilain pihak Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Bandung, Soni Teguh mengemukakan Pemkot Bandung sudah optimal dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kota Bandung termasuk Kota yang paling cepat dalam penanganan covid-19, hanya saja masyarakatnya yang tidak tahu, padahal kita sudah sering mempublikasikan hingga semula namanya Satuan Tugas Covid-19 menjadi Gugus Tugas Covid-19 yang level nya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Sebagai penutup Ajudan Millenial Gubernur Jawa Barat, Sindy Setiawati menyatakan garda terdepan dalam melawan Covid-19 adalah diri kita sendiri.

“Garda terdepan bukan suster atau dokter tapi kita selaku pemuda yang paham tentang keadaan”, katanya.

Ketua Satgas Pusat Informasi FPSH, Rinda Hadikusumah mengatakan jumlah partisipan dalam Seminar Virtual ini mencapai 375 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat.

“Tindak lanjut dari seminar ini diharapkan peserta dapat termotivasi sehingga bisa dibuat forum diskusi  membahas isu-isu yang sedang hangat secara intens dan menemukan solusi untuk dijadikan program yang sesuai dengan keadaan lingkungan,” pungkasnya. #*[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
14
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker