oleh

LIBUR SEKOLAH DI PERPANJANG, INI HIMBAUAN KERAS FAGI UNTUK SEKOLAH

Laporan : Endang Suherli (JMSI)

Editor : Mahmud Marhaba

BANDUNG [KP] – Pendidikan akhir-akhir ini direshakan dengan adanya Pandemik Covid-19, sudah dua kali libur sekolah diperpanjang, di akhir tahun ajaran ini dituntut untuk penialain akhir sekolah, Ujian Kenaikan Kelas (UKK) sedangkan kegiatan belajar mengajar terhenti dan diganti secara Daring antara warga sekolah siswa, guru dan orang tua/ wali siswa.

Ketua FAGI, Iwan Hermawan dalam wawancaranya mengatakan, masalahnya terkadang guru dikejar laporan bentuk penugasan siswa  kepada kepala sekolah/bidang kurikulum, karena sekolah juga diwajibkan buat laporan ke Disdik.  akhirnya guru terpaksa buat tugas kepada siswa. Selain itu beberapa guru ngejar target kurikulum karena jadwal ujuan kenaikan kelas sudah ditentukan oleh Disdik, padahal instruksi Mendikbud tidak usah kejar target kurikulum.

Target kurikulum dan administrasi guru serta perangkat siswa untuk bekajar daring belum memadai, selain itu perlu diperhitungkan siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) harus diberi bantual quota oleh sekolah setidahnya dianggarkan dari BOS yang tidak terserap karena alokasi 50 % untuk guru honor sulit terserap sebagian besar tidak punya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Iwan Hermawan pun mengomentari terkait himbaun Menteri Nadiem untuk sekolah dan Dinas Pendidikan bahwa ada yang kurang nyambung  antara instruksi Mendikbud dengan target kurukulum sekolah, dan jadwal yang di buat didik.

“Untuk siswa suruh saja membaca buku pelajaran atau buku umum lainya atau lihat TVRI atau portal-portal pendidikan di internet, bentuk laporan resensi buku / atau resensi  bahan mata dari internet,” usul Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI).

Selain siswa, FAGI juga sependapat dengan Menteri Dikbud, Nadiem kepada guru-guru tidak usah kejar ketuntasan kurikulum, tidak usah ada UKK cukup dari nilai harian saja. Jadi guru-guru dan  sisiwa untuk kejar target kurikulum untuk UKK.

“Tidak hanya siswa dan guru, orangtua siswa pun menjadi resah dalam proses pembelajaran selama libur, orang tua sebaiknya bimbing belajar anak-anaknya jangan sampai berkeliaran diluar dan sering berkoordinasi dengan wali kelas,” tegasnya.

Iwan berharap tidak membebankan semua warga sekolah, dekatnya kenaikan kelas selama libur dan pembelajaran.

“Ya, dari ulangan sebelum Belajar Dari Rumah (BDR) tugas-tugas selama bisa dijadikan bahan untuk nilai raport belajar,” usul Iwan Hermawan.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed