OPINI
Trending

BELAJAR DARI MARTEN TAHA, KRITIKAN MENJADIKAN ANDA SUKSES MEMIMPIN

Oleh : Nurhadi Taha (Direktur Eksekutif Nation Teacher Institute)

BEBERAPA kesempatan saya melihat dari dekat aktivitas Walikota Gorontalo, Marten Taha. Kondisi negeri yang diterpa virus Covid-19, membuat orang nomor satu di Kota Gorontalo memilih berkantor Stay At  Office. Alhasil, dirinya banyak melaksanakan rapat lebih banyak mengunakan media teknologi, dunia maya dengan sering melakukan virtual conference dengan beberapa komunitas , SKPD, dan sejumlah koleganya. Semua jaringan kerjanya dihubungi melalui media, baik handphone dan alat peraga lainnya yang dapat membantunya dirinya cepat berinteraksi.  

Musibah pandemi Covid 19 memang harus memutar otaknya untuk tak harus berhenti berbuat. Dalam kondisi  apapun, jangan kita diam , harus bergerak,  dan jangan berhenti untuk berkarya bagi rakyat, apalagi saat kondisinya tak normal seperti ini, kata Marten berbicara sambil menekankan jika kita harus lebih banyak intesitas kerjanya, hingga 100 kali lipat dari kondisi normal.

Hari itu, Rabu, 8 April 2020, sekitar pukul 14. 00 wita, sebagai aparatnya, saya menyambangi beliau untuk melaporkan beberapa situasi dan kondisi kekinian Kota Gorontalo. Baik itu sifatnya dalam bentuk program pemerintah dan beberapa kondisi nyata yang terjadi di masyarakat saat ini, terlebih soal wabah Pandemi Covid-19.

Ditengah diskusi kami dan beberapa koleganya seperti, Funco Tanipu dan lainnya, tiba-tiba Walikota Marten Taha bertanya tentang bagaimana hasil Kajian dan beberapa analisis soal Pandemi Covid-19 yang dikaji oleh berapa Akademisi perihal masa transisi dan pemulihan setelah wabah Covid-19 menerpa negeri ini. Apa langkah yang dilakukannya setelah ini? Wajib dipikirkan jauh hari sebelum hal yang lain terjadi, kata Walikota 2 periode ini dalam diskusi santainnya dengan pemperhatikan protap Covid-19.

Bagi Marten Taha, Pemimpin itu tak bisa kehabisan akal, tak bisa juga lamban, apalagi kalau hanya diam. Harus cepat tapi jangan juga tergesa-gesa. Harus tepat, tetapi juga Harus adil. Harus tegas tetapi bukan marah-marah.  Dan yang paling penting kata Marten, sabar dan tulus dalam memimpin. .

Tiba-tiba diskusi yang alot itu terdiam dan hening sejenak, Marten Taha beranjak dari tempat duduknya dan menoleh ke jendela yang tak djauh dari tempat duduknya. Kondisi hujan yang disertai petir membuatnya dirinya kaget dan sedikit keheranan.  

Tak lama, dia membuka handphone miliknya. Beberapa informasipun diperolehnya melalui informasi dari beberapa Group Whatsappnya.  Dan sambil  memonitor group WhatsApp. Beberapa pesan singkat pun disampaikannya melalui group WhatsApp dan memerintahkan untuk memonitoring curah hujan yang begitu tinggi. Dirinya pun memberi peringatan diri dan meminta SKPD terkait untuk mengkroscek beberapa debit air yang naik untuk dilakukan penyedotan dengan pompa air.

Tak lama berselang, dirinya membuka beberapa percakapan di group WhatsApp, dan ternyata ada keluhan warga yang masuk melalui WA pribadinya. Benar dugaannya, keluhan debit air akibat curah hujan yang tinggi membuat beberapa rumah warga tergenang.

“Pak Wali napa ini torang pe rumah hujan sadiki so maso akang, dan ini lagi situasi Corona, torang ini bagaimana, so begini upaya menjaga agat tidak tertular oleh Corona, napa le rumah so maso akan air di jalan cedrawasih pak Wali. ” Itu pesan yang masuk ke WA sang Walikota.

Kritik dan keluhan warga ini tak membuat dirinya marah. Tetapi dia justru menyampaikan terima kasih atas informasinya. Tak hitung menit, dirinya pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan meminta untuk  meninjau genangan air yang dikeluhkan warga dan langsung meminta Dinas terkait untuk menyedot debit air agar sesegara mungkin dapat mengatisipasi keluhan warganya .

Pemimpin itu harus sabar dan tulus, apalagi memimpin di pusat Ibu Kota Provinsi. Masyarakatnya heterogen dan juga kritis, maka dibutuhkan pemimpin yang bermental revolusi , bukan mental penjajah, memimpin dengan sabar bukan dengan emosioanal, apalagi dengan sesuka hati.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker