JABARKABUPATEN BANDUNG

BANJIR DITENGAH CORONA, TIGA TOKOH KUNCI JABAR TINJAU LOKASI BENCANA

Laporan : Muh. Yadi (JMSI)

Editor : Mahmud Marhaba

KAB. BANDUNG [KP] – Ditengah – tengah maraknya persoalan wabah virus Corona (Covid-19) di tanah air, sebagian besar para pejabat enggan untuk keluar. Apa lagi melakukan kunjungan dinasnya. Akan tetapi bagi Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriyadi, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M yang mendampingi Gubernur Jawa Barat Dr. H. Muchammad Ridwan Kamil, S.T., MUD (Kang Emil) tidak surut untuk melakukan peninjauan lokasi banjir di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (1/4/2020).

Kunjungan Moch. Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi tersebut untuk memastikan lokasi warga di lokasi banjir di beberapa tempat banjir Dayuehkolot, Kecamatan Baleendah yang dijadikan sebagai tempat pengungsian warga.

Sebanyak 66 Kepala Keluarga atau 216 jiwa yang merupakan tempat kediamannya terendam banjir. Mengungsi di beberapa tempat pengungsian seperti Aula Desa Dayuehkolot dan Gedung PMI Dayuehkolot. Hal ini diungkapkan Ridwan Kamil melalui Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriyadi.

Kapolda mengatakan, ditengah – tengah ancaman wabah virus Corona (Covid-19), pihaknya minta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan waspada terutama bagi warga pengungsian akibat banjir. Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Baleendah akibat curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ini.

“Kami mengajak kepada masyarakat jangan panik namun tetap waspada dan menjaga kesehatan meskipun berada dalam pengungsian,” ujar pria kelahiran Cimahi 23 Agustus 1965 ini sambil menambahkan pihaknya melakukan tanggap darurat, dengan membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi.

Gubernur Jawa Barat Moch. Ridwan Kamil berpendapat, kita semua harus lebih berhati – hati manakala wabah virus Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian serius Pemerintah, baik pusat maupun daerah. Masyarakat harus bisa mentaati himbauan pemerintah, karena kebijakan pemerintah tersebut melalui proses dan aturan yang telah dipikirkan matang – matang.

Kang Emil minta agar warga pengungsi lansia dipisahkan ke kamar khusus karena paling rawan terpapar virus Covid-19.

“Untuk lansia ditempatkan ruangan khusus dan terpisah tidak bergerombol seperti yang lalu, jaraknya minimal 1 meter setiap orang,” pungkasnya.#*[KP].

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker