INDRAMAYU

DI INDRAMAYU, PASIEN PDP COVID -19 MENINGGAL DUNIA

Laporan : Muh. Yadi (JMSI)
Editor : Mahmud Marhaba

INDRAMAYU [KP] – Warga masyarakat Kabupaten Indramayu Jawa Barat dengan adanya video yang di viralkan di media sosial, semakin mengkhawatirkan wabah virus Covid – 19 (Corona) penyebarannya sampai di wilayah Indramayu. Dalam video berdurasi 1,14 detik tersebut dalam prosesi jenazah dibawa pulang dari Rumah Sakit dan pemakaman di Desa Ujung Jaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu.

Pasien berinisial T (48) warga Desa Ujung Jaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu di Rumah Sakit Mitra Pelumbon Widasari Indramayu, Kamis (26/03/2020). Berdasarkan data yang di himpun di RS. Mitra Pelumbon Widasari Indramayu, pasien masuk ruang IGD pada hari Senin, 23 Maret 2020, pukul 17.00 WIB. Dengan nama pasien Mr. X alamat Kecamatan Jatibarang. Pasien ternyata bekerja di Bekasi, pada hari Sabtu dan Minggu pasien pulang ke Indramayu.

Kronologis pasien menderita batuk dan pilek, demam dan sakit tenggorokan disertai sesak nafas. Dari hasil diagnosa oleh pihak RS. Mitra Pelumbon Widasari setelah dilakukan tes darah dan rontgen oleh dokter spesialis paru – paru dinyatakan Suspect Covid – 19/Pasien Dalam Pengawasan.

Karena pasien telah dinyatakan Suspact Covid-19 kemudian Dokter dan perawat yang menangani pasien tersebut menghubungi Hotline Covid – 19 Indramayu namun tidak aktif. Kemudian menghubungi Rumah Sakit Umum Indramayu sebagai Rumah Sakit rujukan yang ditunjuk menangani Covid -19.

Akan tetapi pihak RSUD Indramayu mengatakan bahwa ruangan sudah penuh sehingga tidak dapat menampung dan menangani pasein tersebut. Karena keterbatasan APD yang dimiliki oleh RS. Mitra Pelumbon Widasari, maka petugas RSUD Indramayu melakukan observasi terhadap pasien itu.

Menurut rencana, pihak RS. Mitra Pelumbon Widasari akan dirujuk ke RS. Wisma Atlit Jakarta. Lantaran Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung juga tidak dapat menampung pasien. Dan akhirnya pasien Mr. X mengembuskan nyawanya, Kamis (23/3/2020). Malang Mr. X tidak sempat di rujuk ke RS. Wisma Atlit Jakarta nyawa pun tak bisa tertolong lagi.

Pihak Hotline Covid-19 Indramayu dimintai kebenaran bahwa saat itu dihubungi tidak aktif oleh pihak RS. Mitra Pelumbon Widasari dengan Hotline Covid-19 Indramayu 08111333314 tersebut. Melalui Watshaap kepada Kabarpublik.id beralasan jika terjadi pergantian jaga. “Saya kurang tau pak karena petugas disini bergantian,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan hasil konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Dokter Wawan, menurutnya, benar almarhum adalah PDP di RSUD Indramayu dirawat 2 hari dan meninggal tadi pagi. ‚ÄúSudah diambil swab untuk pemeriksaan virus Covid – 19 (Corona) tapi hasil belum keluar,” mengkutif pernyataan Wawan.

Sangat disesalkan pihak petugas Hotline Covid-19 Indramayu ketika diminta untuk menyebutkan namanya tidak mau menjawab. Terkait hal itu Kabarpublik.id menyampaikan ke Plt. Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat via Watshaap. Sekaligus dimintai tanggapan tentang almarhum PDP.
“Sesuai SOP untuk pernyataan dan konfirmasi terkait Covid -19 bisa menghubungi Kadinkes,” jawabnya.

Tanggapan dari Ma’ruf (58) warga desa Ujung Pendok Widasari kepada kabarpublik.id menyatakan, seharusnya pihak Hotline Covid-19 Indramayu harus memberikan keterangan dengan jelas termasuk menyebutkan nama petugas untuk mempermudah dan tidak ada timbul keterangan fiktif.

“Jangan dianggap remeh soal virus Covid-19, saya minta kepada Plt. Bupati H. Taufik Hidayat tegur petugas semacam itu bila perlu diganti. Buat apa digembar gemborkan kalau semacam itu. Apalagi yang minta keterangan media, harus jelas dan transfaran,” pungkas Ma’ruf.#[KP].

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button