oleh

LAWAN VIRUS CORONA, PEMERINTAH GORONTALO WAJIB SIAPKAN INFRASTRUKTUR INTERNET DAN SARANA IT UNTUK KERJA DAN BELAJAR DARI RUMAH

Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI)
Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Terkait dengan Intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kepada seluruh rakyat di Indonesia untuk tetap produktif dan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 bisa dihambat adalah hal yang baik untuk masyarakt dalam hal ini bekerja, belajar dan beribadah dari rumah sesuai dengan video di akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, Minggu (15/3/2020).

Senada dengan hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akhirnya resmi memberlakukan sistem belajar jarak jauh dari rumah bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Gorontalo juga memberlakukan sistem bekerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), informasi itu disampaikan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, melalui siaran langsung di jejaring media sosial, Minggu (22/3/2020).

Tapi berbeda dengan penjelasan salah satu IT Developer dari Softpedia.Com (Ensiklopedia Software Dunia), Hanjian Jan. Menurut dia untuk belajar dan bekerja dari rumah bukanlah masalah, tapi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah sehingga untuk bekerja dan belajar menjadi efektif dan efisien.

Menurutnya, “yang harus disiapkan adalah Sarana IT Pendukung seperti software e-Learning atau perpustakaan online setiap sekolah atau kampus yang berbasis website dan android serta Infrastruktur Internet yang memadai, selain itu apakah server yang digunakan secara teknis mumpuni dan apakah tempat penyimpanan data yang menjadi sarana server untuk belajar dan bekerja sudah sesuai dengan SOP, kalau tidak SOP bisa saja server yang digunakan menjadi tempat bridge untuk aksi cyber warfare dan criminal karena berada diluar Indonesia, toh diluar untuk saat ini menjadi celah tersendiri apalagi masalah Proxy dan VPN yang menjadi celah Malware untuk beberapa keamanan aplikasi website, ini akan berdampak pada Risiko Reputasi khususnya Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Risiko Hukum untuk penyelangaranya karena tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan Presiden,” ungkap pria ini, yang tergabung dalam forum internet masyarakat Gorontalo, Senin (23/3/2020).

Dia juga menambahkan, “Setelah di cek ternyata ada beberapa website sekolah yang hanya menggunakan hosting biasa yang tidak mungkin bisa menampung beberapa aplikasi website seperti e-Learning dan perpus online, seperti domain smkn3gorontalo.sch.id dan bahkan selain hosting di singapura, website sekolah tersebut tidak ada isinya sama sekali, ini menjadi catatan untuk Dinas Pendidikan. Dilain sisi ada website kampus yang sampai saat ini untuk menu e-Learning dan e-Library tidak bisa diakses seperti domain kampus unigo.ac.id,” tambah Han, yang juga merupakan CTO dari TRM Techno Gorontalo.

Disatu sisi belajar dan bekerja dari rumah harus didukung oleh fasilitas internet yang memadai dan juga sarana pendukung teknis IT dari Pemerintah sendiri. “Ini menjadi reputasi tersendiri, jangan sampai hanya ikut-ikutan seperti instruksi Presiden tapi kita tidak siap dari beberapa aspek termasuk aspek teknologi dan SDM,” tutupnya.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

News Feed