KOTA GORONTALO

MENDAPAT KRITIKAN DPRD TERKAIT KINERJA, INI PERYATAAN DIREKTUR PDAM KOTA GORONTALO

Laporan : Muzamil Hasan (JMSI)

Editor : Muzamil Hasan

KOTA GORONTALO [KP] – Berbagai kritikan yang datang dari Tien Suharti Mobiliu, SE dan Ariston Tilameo,  anggota DPRD Kota Gorontalo terkait kinerja Direktur PDAM, diklarifikasi orang nomor satu pada Perusahan Umum Daerah (Perumda) tersebut.

Direktur PDAM Kota Gorontalo, Isnan Darise, SE, Ak kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/02/2020) mengatakan, kritikan para anggota legislator Andalas tersebut, sifatnya motivasi.

Dikatakan Isnan Darise, apa yang dilakukannya pada tubuh PDAM sekarang, semata memperbaiki kekurangan serta mempertahankan prestasi perusahaan tersebut selama ini.

Terkait dana Hibah 6 Milyar untuk 2 ribu sambungan, alumni Fakultas Ekonomi Unsrat tersebut menjelaskan, ada salah penafsiran dari sahabat sahabat wakil rakyat saat itu. Menurutnya, pengelolaan dana tersebut harus melalui kajian secara optimal, sehingga tidak berdampak hukum nanti.

Mantan aktifis era 90an  tersebut mencontohkan, pada pengelolaan dana hibah 3 Milyar untuk 1000 sambungan, pihaknya harus menggandeng Kejaksaan untuk memantau langsung proses dari awal inputan data KTP penerima hingga pada pelaksanaannya.

Artinya kata Isnan, proses pengadaan hingga distribusi program terkontrol, baik secara administrasi dan fisik lapangan. “Itu saja membutuhkan waktu yang panjang pak,” urainya serius.

Bagi Isnan, semua program terkait pengembangan usaha perusahaan harus diimbangi dengan kepuasan para konsumen juga.

Nah untuk mengotimalkannya kata mantan  aktifis HMI Manado tersebut, saat ini PDAM mengupayakan penambahan daya suplau air melalui pembangunan sarana penunjang lainnya.

“Insya Allah pada tahun 2020 ini, PDAM ketambahan suplay air yang berkekuatan 90 liter perdetik,” tegasnya. Langkah ini kata Isnan Darise, adalah untuk meminimalisasi keluhan konsumen tetkait pasokan air kesetiap pelanggan.

Sehingganya urai Isnan Darise, bila daya suplay dan perbaikan instalasi pipa sudah optimal, maka program 2000 sambungan melalui dana hibah 6 Milyar itu,  proses selanjutnya tinggal administrasi pemanfaat program pemasangan gratis tersebut.

“Bukannya pihak kami tidak mampu pak, untuk 1000 sambungan saja, kami harus memeras tenaga dan waktu bahkan harus menggandeng pihak Kejaksaan dalam hal pengawasan,” katanya kepada wartawan kabarpublik.id.

Terkait sambungan 2000 unit tersebut, PDAM harus bekerja ekstra, sehingganya membutuhkan waktu, dimulai dari pengimputan data penerima, jangan sampai salah sasaran maupun proses perencanaan barang yang akan digunakan nanti disesuaikan dengan spek pekerjaan.

“Ini yang saya maksudkan pada pertemuan dengan DPRD  saat itu,” urainya.

Untuk itu kata Isnan, efektifnya sambungan untuk 2000 pelanggan tersebut, mulai dilaksanakan 2021 dengan terlebih dahulu melalui proses administrasi serta pengadaan tahun 2020 ini.

Dia mengingatkan, PDAM Gorontalo adalah perusahaan terbaik 2 setelah PDAM Makassar untuk zona Sulawesi dalam hal tata kelola managemen administrasi serta keuangan.

Dia berharap, semua stakeholder terutama DPRD Kota Gorontalo, terus memberi suport melalui kritikan, sehingga PDAM tetap menjaga marwahnya sebagai perusahaan yang telah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai PDAM terbaik.

“Terima kasih sahabat sahabat anggota DPRD, yang terus menggenjot etos kerja PDAM,” tutup Isnan saat berada di ruang kerjanya.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button