BOALEMOKONTROL

TUNTUTAN AMB DIRESPON PEMDA, DUA KADES DIDUGA TERLIBAT ASUSILA DAN PENYELAHGUNAAN ANGGARAN DIBERHENTIKAN BESOK

Laporan : Nurman Ismail (JMSI)
Editor : Mahmud Marhaba

BOALEMO [KP] – Aksi damai Aliansi Masyarakat Boalemo (AMB) di Kantor Bupati Boalemo, Senin (24/02/2020), dipimpin Kordinator Lapangan (Korlap) Nanang Sawal.

Aktivis yang merupakan putra daerah Boalemo memiliki kemampuan dan nyali dalam memperjuangkan hak hak rakyat Boalemo.

Dalam orasinya Nanang menuntut beberapa persoalan di antaranya,

  1. meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pemanggilan kembali kepada tenaga kontrak tanpa terkecuali, berdasarkan PP No. 49 tahun 2018 yang memungkinkan pemerintah daerah bisa mempekerjakan tenaga honorer sampai tahun 2023.
  2. Meminta kepada Pemda untuk memberikan bantuan ganti rugi bibit jagung kepada petani akibat di rusak oleh hama ulat sekaligus mengklarifikasi pernyataan Kadis Pertanian, Sofyan Hasan, bahwa kegagalan panen tidak mempengaruhi produksi.
  3. Menuntut SK pemberhentian kepada kepala desa Pentadu Barat terkait dengan penyalahgunaan dana sejumlah Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan Kepala desa Tanah Putih terkait dengan kegiatan amoral dengan salah seorang aparat desa.

Menariknya bahwa sebelum Aliansi Masyarakat Boalemo melakukan aksinya, pihak pemerintah daerah sudah lebih dulu mengeluarkan SK pemberhentian kepada kepala desa Pentadu Barat dan Kades Tanah Putih.

AMB sendiri diterima oleh Wakil Bupati Boalemo, Anas Yusuf dan merespon apa yang menjadi tuntutan AMB.

Terkait dengan pemberhentian kepada Kedua Kepala Desa, akan diterbitkan Surat Keputusan (SK) pada besok hari Selasa besok, 25 Pebruari 2020, karena SK pemberhentian tersebut sudah di tandatangani oleh Bupati Boalemo, Darwis Moridu.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button