GORONTALOKONTROL
Trending

LSM MERDEKA DAN GCW SOROTI PEMPROV LANTIK ASN BERSTATUS TSK, INI ARGUMEN WAGUB

Laporan : Jaringan Berita Online Nasional
Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Pemerintah provinsi Gorontalo akhirnya melakukan mutasi kepada 195 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di gedung Belle li Mbui, Selasa, (14/01/2020).

Dari pejabat yang dimutasi itu, terdapat 10 orang Pejabat Tinggi Pratama (eselon II).

Menariknya, dari 10 pejabat eselon II, terdapat nama Asri Banteng yang ditempatkan sebagai staf ahli Pemprov bidang pemerintahan dan hukum. Padahal yang bersangkutan sedang dalam proses hukum yang oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang menyedot saksi terbanyak dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Inodnesia.

Tahun lalu, Asri Banteng, pernah dilantik sebagai Kadis Kominfo provinsi Gorontalo, namun, belum juga menduduki kursi jabatan tersebut, belakangan jabatan itu di-Plt-kan. Kini nama Asri Banteng menghiasi pelantikan pejabat eselon II lagi.

Wakil Gubernur yang didaulat oleh Rusli Habibie untuk menyampaikan sambutannya mengatakan, bahwa pelantikan ini merupakan konsep illaihiya, karena ini semua terjadi atas kehendak Allah SWT yang diamanatkan melalui Gubernur dan Tim Penilaian Kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo. Apalagi oleh pengakuan Idris Rahim, Gubernur dan tim sudah bekerja cukup lama untuk bagaimana menyeleksi seluruh pejabat di lingkup Pemprov Gorontalo ini.

Kerja keras Gubernur dan Tim nampaknya kecolongan. Pasalnya Asri Banteng masuk dalam deretan pejabat yang dilantik yang dalam status hukum sebagai Tersangka yang ditetapkan oleh Kejati Gorontalo.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dalam penjelasannya mengatakan jika seseorang yang berstatus Tersangka belum tentu bersalah atau tidak, lagian kepadanya belum ada ketetapan hukum yang tetap.

“TSK belum tentu bersalah atau tidak, serta belum ada ketetapan hukum yang tetap dari pengadilan sehingga diberinya kesempatan untuk berkinerja,” jelas Wagub melalui pesan whatsApp pagi tadi, Rabu (15/01/2020).

Gorontalo Corupption Watch (GCW) memandang ada keanehan mengapa pejabat berstatus Tersangka bisa lolos proses oleh Baperjakat.

“Yang aneh, kenapa pejabat berstatus tersangka bisa lolos proses oleh baperjakat, padahal salah satu yang dinilai adalah soal integritasnya. Dari sisi etika tidak baik, merusak citra pemerintah yang bersih dan berwibawa,” ungkap Deswerd kepada media ini meski diakuinya jika aturan memang tidak melarang melantik pejabat berstatus Tersangka.

Namun, langkah yang dilakukan Pemprov Gorontalo, kata Deswerd, dipandang mengabaikan upaya penindakan kasus korupsi oleh aparat hukum, juga merusak citra pemerintah daerah di mata rakyatnya.

Berbeda dengan pernyataan Ketua LSM Merdeka, Imran Nento yang sangat konsen dengan pengawalan kasus GORR ini. Dirinya mengingatkan kepada Gubernur jika pelantikan Pemprov terhadap Asri Banteng perlu ditinjau kembali. Meski kata Imran bahwa pelantikan merupakan hak prerogatif Gubernur.

“Bukan kami ingin menghalang-halangi dan walau pun itu adalah hak progratif Gubernur, namun harus juga merujuk pada edaran Menpan tentang pemberhentian sementara kepada para ASN berstatus sebagai calon tersangka sambil menunggu keputusan hukum tetap,” tegas Imran Nento menambahkan jika ASN yang bersangkutan tidak terbukti dalam kasus korupsi, baru hak-haknya dikembalikan.

“Ini kan presden terburuk bagi pemerintahan,” kata Imran Nento sambil memberikan gambaran pemerintahan Jokowi jika penetapan tersangka atas kabinetnya ada yang langsung minta mundur, bukan malah diberikan jabatan. Sangat ironis tegas Imran lagi, ketika itu ada dilingkungan pemerintah provinsi Gorontalo.


Imran pun mengutip pernyataan mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi saat itu, yang meminta memberhentikan sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dan pidana lainnya.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker