GORONTALO

MUSIM HUJAN, POPULASI NYAMUK BERTAMBAH. WASPADAI DBD!!!

Laporan : Hidayat Mokambu
Editor : Mahmud Marhaba

Gorontalo [KP] –  Pergantian musim di awal tahun 2020 sebagian besar wilayah Indonesia dilanda hujan termasuk kawasan Gorontalo. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Pasalnya, selain menurunkan daya tahan tubuh hujan juga memberi dampak bagi lingkungan, seperti genangan-genangan air yang akan membuka ruang bagi perkembangan jentik nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda E.U. Nalole, SE, M.Si melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) dr. Irma Cahyani Ranti, menjelaskan,
telur nyamuk bisa bertahan hingga enam bulan lamanya walaupun sudah tidak di genangi air.

“Olehnya sebelum musim hujan itu harusnya kita sudah mewaspadai serangan nyamuk aedes aegypti, nyamuk ini membawa virus yang bernama dengue. Virus inilah yang akan menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD),” kata Irma.

Ia menjelaskan alangkah baiknya, ketika akan memasuki musim hujan kita harus membersihkan lingkungan dari sampah dan menutup semua tempat yang berpotensi menjadi tempat genangan air.

“Karena di tiap-tiap tempat kita tidak mengetahui apakah di situ ada jentik-jentik nyamuk. Nah, jentik-jentik nyamuk ini apabila terkena air akan menetas. Jadi tak heran ketika memasuki musim hujan populasi nyamuk meningkat,” jelasnya.

Masyarakat awam, tambah dia, sulit membedakan aedes aigipty dengan jenis nyamuk yang lainnya.

“Makanya demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan perlunya kita menghindari resiko sebelum terjadi. Penyakit DBD ini akibatnya sangat fatal, puncak resiko dari penyakit ini adalah kematian. Dan sampai hari ini pun tak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Selama ini penanggulangan yang diberikan hanyalah sebatas meredekan saja. Misalnya panas, hanya diberikan obat panas saja. Dan bukan untuk menyembuhkan penyakitnya seutuhnya” jelas Irma.

Berikut ini tips-tips diberikan dr. Irma terkait pencegahan serangan nyamuk aedes aegypti:

  1. Membersihkan sampah – sampah disekitar.
    Sampah yang berada di sekeliling kita tentunya menjadi wahana lepas untuk nyamuk bertelur di tempat itu ketika terkena air, alangkah baiknya di jauhkan dari lingkungan kita.
  2. Menutup tempat – tempat yang menjadi penampungan air.
    Ketika kita menampung air dalam suatu wadah untuk digunakan di waktu mendatang, sebaiknya di tutup rapat-rapat agar nyamuk tidak akan berkembang biak di tempat itu.
  3. Menguras bak mandi.
    Jentik-jentik nyamuk tidak akan mudah hilang ketika hanya dilakukan peyiraman, harus disikat dengan bersih. Karena jentik-jentik nyamuk akan menempel dibagian manapun ketika air mengering dari suatu wadah dan akan menetas ketika wadah tersebut terkena air, bahkan sampai 6 bulan lamanya.
  4. Tanamlah bunga yang tidak disukai nyamuk.
    Menanam tanaman berupa lavender ataupun rosemary di halaman rumah, karena nyamuk tidak menyukai aroma dari bunga tersebut.
  5. Memelihara ikan pemakan jentik
    Memelihara ikan pemakan jentik juga sangat penting, misalnya ikan cupang, ikan kepal timah, dan ikan moli.

“Cegah sebelum terjadi, karena DBD resiko terbesarnya adalah kematian. berbeda dengan penyakit sikumunya,” pungkas Irma. #KP

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker