GORONTALO
Trending

MESKI UNGGUL TELAK PADA KONFERENSI PGRI GORONTALO, EDUART BAKAL TERSANDUNG? UNIFAH : AKAN DITINJAU KEMBALI

Laporan : Jarber SMSI
Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Konferensi IV Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar Rabu (18/12/2019) di gedung PGRI Gorontalo terbilang sukses. Salah satu kesuksesan yakni Konferensi berhasil memilih Dr. Eduart Wolok, ST., MT sebagai Ketua PGRI peridoe 2019-2024. Eduart memperoleh 75 suara menyingkirkan petahana Ani Hasan yang hanya mendapat 35 suara sementara Wenny Liputo 1 suara.

Konferensi berjalan lancar meski tidak dihadiri Ketua Umum Pengurus PGRI Pusat Prof. Unifah Rosidi kendati dia sudah berada di Gorontalo sehari sebelum konferensi digelar. Mengapa Ketua Umum PGRI itu tidak hadir di Konferensi? Padahal Unifsh berada di Gorontalo selama beberapa hari. Bahkan tak satu pun pengurus pusat PGRI diberi mandat untuk membuka dan menyaksikan jalannya Konferensi tersebut.

Tersiar kabar beberapa hari menjelang Konferensi di gelar, satu calon menelepon Unifah, memperkenalkan diri dan jabatan yang dipegang saat ini menyampaikan keinginannya untuk mencalon diri sebagai Ketua PGRI. Tetapi kabar itu pun tak bisa dipegang karena hingga berita ini diturunkan, Unifah belum bersedia memberikan keterangan secara terbuka.

Menariknya dari Konferensi IV PGRI, tudingan miring terhadap Eduart yang menyatakan jika dirinya tidak pernah menduduki satu jabatan dalam kepengurusan PGRI di semua tingkatan. Padahal itu menjadi salah satu persyaratan utama seseorang menjadi calon Ketua PGRI.

Sampai disini, Tim kabarpublik.id pun menghubungi beberapa pihak untuk mengecek apakah benar Eduart pernah menjadi pengurus PGRI, paling tidak Pengurus PGRI Cabang Khusus UNG.

Adalah Prof. Evi Hulukati yang saat ini menjabat sebagai Ketua Cabang Khusus UNG menegaskan bahwa Eduart memang tidak pernah menjadi pengurus baik di UNG maupun di tempat lain. “Dari struktur kepengurusan dia tidak pernah jadi pengurus PGRI,” ungkap Evi via telepon selulernya.

Ketua Panitia Kongres IV, Rais Happy yang dimintai klarifikasi mengatakan Eduart memenuhi syarat karena tercatat sebagai Pembina pada kepengurusan PGRI UNG. Dasar itulah yang dijadikan pijakan untuk meloloskan Eduart sebagai calon Ketua. “Dia dicalonkan pengurus Kota Gorontalo pak,” jelas Rais Hapy.

Mengejutkan ketika Ketum Unifah mengatakan jika hasil Konferensi akan ditanajau kembali. Hal ini disampaikan Unifah saat memberikan sambutan pada kegiatan Seminar di Boalemo, Kamis (19/12/2019) kemarin dengan alasan Konferensi tidak dihadiri oleh pengurus Pusat PGRI.

“Hasil Konferensi akan ditinjau kembali karena tidak dihadiri pengurus Pusat PGRI,” kata Unifah di Boalemo.

Penyataan Unifah membantah pemberitaan yang beredar selama ini jika pengurus PGRI hasil Konferensi IV akan segera dilantik.

Sayangnya Eduar Wolok tidak memberikan komentar apapun dengan konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp. Pengalaman sebelumnya ketika kabarpublik.id mencoba untuk mengkonfirmasi hal yang berbeda dirinya hanya membaca saja.

Namun bagaimana pun kami akan tetap menunggu dan memuat keterangan Eduart terkait keberadaannya sebagai pengurus PGRI.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker