JAKARTAKONTROL
Trending

KARENA ‘SURAT SAKTI’ KEMENDIKTI, BKN LOLOSKAN STATUS PENDIDIKAN DOKTOR EDUART WOLOK

Laporan : Jarber SMSI
Editor : Mahmud Marhaba

JAKARTA [KP] – ‘Kasus’ izin belajar program studi S3 Eduart Wolok, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dipersoalkan puluhan angggota senat jelang Pemilihan Rektor (Pilrek) beberapa waktu lalu perlahan kini mulai terungkap. Kepada kabarpublik.id, Kabid Kepangkatan BKN Pusat, Syahbudin mengungkapkan, pihaknya semula menolak memproses usulan penyetaraan ijazah doktor yang bersangkutan karena setelah diteliti, ternyata ijazah tersebut diperoleh melalui program kuliah kelas jauh yang sudah lama dilarang oleh Kemenrestidik untuk penyetaraan.

“Tetapi hanya beberapa hari setelah kami tolak, masuk surat keterangan Nomor: B/655/C.1/KB.80/2019 tanggal 16 Juli 2019 yang ditanda tangani Dr.Ir. Agus Indarjo, M.Phil, Sekertaris Direktur Jenderal Kemenristekdikti yang intinya menyebutkan ijazah S3 Eduart diperoleh bukan melaui program kuliah kelas jauh. Jadi kami pakai surat keterangan itu sebagai dasar penyetaraan,” aku Syahbudin yang didampingi Karo Humas BKN, Victor Saing bersama 2 stafnya di kantor BKN Pusat Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Saat di tanya kenapa hanya berdasarkan surat keterangan, BKN langsung pengesahkan penyetaraan, sementara banyak peraturan yang melarangnya, Syahbudin dengan raut wajah berubah mengatakan, pihaknya hanya ikut surat keterangan dan sudah kebijakan pimpinan.

Semula kabarpublik.id diberi izin mendokumentasikan surat keterangan tersebut, tetapi mereka berubah pikiran dan hanya menyuruh membacanya saja. Surat keterangan itu menyebut SK Rektor dan surat Ombusmen sebagai dasar, padahal begitu dicek, justru sebaliknya, baik SK Rektor maupun surat Ombusmen justru dengan jelas menyebut Eduart mengikuti program kuliah kelas jauh hari Sabtu.

Seperti diketahui berdasarkan surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: DII.26-30/W.06-10/12001 tertanggal 16 Juli 2019 yang ditujukan kepada Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, disebutkan bahwa Ijazah Pendidikan Doktor (S3) pada Program Studi Managemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor yang dikeluarkan atas nama Eduart, pangkat golongan IVa, dosen pada Universitas Negeri Gorontalo, memenuhi syarat dan telah dicantumkan dalam data induk PNS. Kepada yang bersangkutan berhak mencantumkan gelar Doktor (S3) pada mutasi kepegawaiannya.

Singkatnya, Eduart menerima kenaikan pangkat dari golongan IVa menjadi IVb. Bahkan dengan itu pula yang bersangkutan ‘lolos’ syarat mengikuti pemilihan Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan terpilih.

Sebenarnya Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009 dan SK Kemenristekdikti Nomor 169/M/KPT/2018 tanggal 30 Juli 2018 tentang pemutihan status tugas belajar dan izin belajar menyebut, pengakuan ijazah yang diperoleh PNS dapat dipertimbangkan sebagai pembinaan karier kepangkatan dan jabatan sepanjang diperoleh dari Perguruan Tinggi dalam negeri yang lokasinya sama dengan willayah tempat tugas PNS dosen atau Perguruan Tinggi dalam negeri dengan lokasi yang berbeda dengan wilayah tempat tugas PNS dosen yang bersangkutan melalui program kelas kerjasama yang dibuktikan dengan dokumen sah nota kesepahaman yang ditanda tangani pejabat yang berwenang pada masing-masing Perguruan Tinggi. Sayangnya, program kuliah yang dijalani Eduart tidak memenuhi kriteria tersebut.

Yang menarik, Agus Indarjo yang mengeluarkan ‘surat sakti’ itu, diutus Menteri menyalurkan suara pada Pilrek September kemarin, dimana suara calon Rektor Profesor Mahludin utuh 41 suara sejak putaran pertama, sementara Eduard yang awalnya hanya mengantongi 27 suara, berubah drastis menjadi 64 suara dan dinyatakan sebagai Rektor UNG periode 2019-2023. Penambahan suara Eduart itu, seluruhnya dari suara Menteri.

Usai melakukan konfirmasi di BKN, kabarpublik.id hendak melanjutkan konfirmasi “surat sakti” ke Kemendikbud, namun waktu pelayanan kantor telah tutup karena jam menunjukan pukul 16.57 WIB.

Kabarpublik.id akan terus berusaha melakukan konfirmasi ke pihak Kementrian Dikti (Dikbud saat ini) terkait hal tersebut.

Sementara itu, Eduart yang dimintai keterangan melalui WhatsApp soal ‘surat sakti’ itu tidak memberikan jawan dalam bentuk keterangan apapun, hanya mengirim imut salam. Meski demikian, media ini akan tetap memuat apa yang menjadi tanggapan Eduart terkait persoalan ini.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
61
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker