GORONTALOHUKRIM

DUGAAN PENIPUAN TRAVEL UMROH DI GORONTALO, KINI KASUSNYA DIDALAMI POLDA GORONTALO

Laporan : Jarber SMSI
Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Masih hangat dalam ingatan kita soal kasus jemaah Umroh yang tidak jadi berangkat ke tanah suci awal bulan November ini. Jumlahnya pun berkisar 60 orang.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari pihak Polda Gorontalo. Para jemaah yang menjadi korban dugaan penipuan travel pemberangkatan Umroh itu melaporkan hal ini ke Polda Gorontalo dan sedang dalam penanganan intensif dari Ditreskrimum Polda Gorontalo.

Salah seorang korban dugaan penipuan travel Umroh, Arif Abdullah (42) sejak 18 November 2019 kemarin telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polda Gorontalo dengan terlapor NR (30) asal Dembe Jaya Kota Utara, Kota Gorontalo.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK diruang kerjanya, Senin (25/11/2019).

“Pada tanggal 18 November lalu kami terima laporan polisi atas dugaan penipuan penggelapan dengan modus jasa pemberangkatan Umroh dengan korban Bapak Arif Abdullah dan terlapornya NR, dimana dari keterangan korban, bahwa terlapor sejak bulan April 2019 menawarkan jasa pemberangkatan Umroh kepada pelapor dan jama’ah lainnya melalui travel Muhsinin dan travel umaro dengan biaya sekitar 22.500.000,-/orang. Selanjutnya, pelapor bersama 59 orang jama’ah lainnya tanggal 4 November diberangkatkan ke Jakarta, tetapi sesampai di Jakarta tidak bisa melanjutkan ke tanah suci , karena terlapor belum membayar perjalanan Umroh kepada travel Umaro,” jelas Kabid Humas.

Kata Kabid Humas, dari 60 orang jamaah yang berangkat hanya 11 orang dengan biaya sendiri.

“Menurut keterangan dari korban/pelapor bahwa dari 60 orang jamaah yang jadi berangkat Umroh hanya 11 orang dengan biaya sendiri difasilitasi oleh travel Umaro sedangkan 49 orang lainnya kembali kembali ke Gorontalo juga dengan biaya sendiri,” kata mantan Kapolres Bone Bolango tersebut.

“Saat ini Subdit I Ditreskrium sedang mendalami kasus ini, dan dari keterangan penyidik, hingga saat ini baru 1(satu) orang yang melapor ke Polda Gorontalo,” ujar Kabid Humas.

Dengan kasus yang menghebohkan ini, Kabid Humas Wahyu Tri Cahyono mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan haji Umroh.

“Dari kasus ini, diingatkan kepada seluruh masyarakat, agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan haji/Umroh, silahkan pilih biro-biro resmi yang direkomendasikan oleh Departemen Agama, jangan memilih biro perjalanan yang belum jelas, jangan mudah tergiur dengan iming-iming harga murah,”imbau WTC sapaan akrab Kabid Humas Polda Gorontalo ini.#[KP/HMS]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker