GORONTALOKOTA GORONTALO

SK PEMBERHENTIAN DIBACAKAN SAAT PARIPURNA, ERWIN : TIDAK ADA PAW, RISMAN MASIH TETAP ANGGOTA DPRD

Laporan : Jarber SMSI (Tim KP)

Editor : Mahmud Marhaba

KOTA GORONTALO [KP] – Ada suasana lain saat digelar rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo terkait pengambilan sumpah/janji Wakil Ketua DPRD, Samsudin Umar, Selasa, 29 Oktober 2019.

Suasana persiapan pelantikan hening seketika, saat Sekretaris Dewan Kota, Soetarto membacakan surat masuk dari pemerintah provinsi Gorontalo terkait Surat Keputusan Pemberhentian Anggota DPRD atas nama Risman Taha dari Partai Golkar. Padahal, Risman sendiri merupakan Ketua DPRD sementara Kota Gorontalo dari partai Golkar. SK pemberhentian yang ditandatangani oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie juga merupakan Ketua DPD I Golkar provinsi Gorontalo.

Soetarto menangis tersedu-sedu dengan suara terbata-bata membacakan SK Gubernur Gorontalo. Suasana begitu hening seolah ralut dengan emosi yang tercipta diatas podium.

Polemik SK Gubernur ini pun mendapat tanggapan berbedadari pengurus DPD II partai Golkar Kota Gorontalo. Ketua OKK, Erwin Rauf mengatakan jika proses hukum atas nama Risman Taha diserahkan sepenuhnya ke tim kuasa hukum. Namun, terkait dengan SK pemberhentian pihaknya belum melakukan langkah-langkah organisasi kecuali memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Erwin Rauf menegaskan jika hingga saat ini secara organisasi pihaknya masih mempertahankan Risman Taha tetap eksis di DPRD.

“Kami belum pernah berpikir soal Pengganti Antar Waktu,” ungkap Erwin saat memberikan keterangan beberapa waktu lalu, Minggu, 27 Oktober 2019 pada konferensi Pers di kantor DPD II Golkar Kota Gorontalo.

“Yang jelas pada hari ini kami belum pernah berpikir untuk melakukan langkah-langkah secara organisasi, dan kami tidak pernah berpikir untuk melakukan Penggantian Antar Waktu terhadap saudara Risman Taha,” tegas Erwin.

Hal ini juga diperegas oleh Totok Bahtiar. Menurutnya, organisasi belum pernah berpikir untuk hal-hal yang diluar dari dari konteks yang dipersoalkan selama ini, karena sampai hari ini ungkap Totok, saudara Risman Taha masih anggota DPRD Kota Gorontalo.

“Kami memiliki mekanisme internal dan semua proses itu harus melalui rapat pleno DPD II dan tidak boleh diputuskan oleh orang perorang maupun Ketua sendiri. Jadi semua pengurus harus memutuskan secara bersama mengambil keputusan apapun, karena kami juga menerima secara langsung surat tersebut dan juga kami belum mendapat pemberitahuan, yang kami terima itu baru dari media sosial yang diberikan langsung oleh yang bersangkutan dari media sosial,” Ungkap Totok Bahtiar.

Bagaimana akhir dari persoalan ini? Dan bagaimana pula hasil perjuangan kuasa hukum? Kita lihat saja nanti.#[KP]   

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker