OPINI

HALUSINASI POLITIK SANG PETAHANA

Oleh : Budiyanto Napu

SAKARANG ini sering orang berhalusinasi dengan kemenangan politik dengan mengeluarkan statemen-statemen yang tidak berdasar seperti statemen bahwa kemenangan Pilkada di kabupaten Gorontalo tidak ada yang mencapai 50%. Hal ini dibantah oleh data yang di liris oleh KPUD kabupaten Gorontalo tahun 2005 dan 2010. Di 2005 kemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Drs. David Bobihoe Akib, dan H. Sofyan Puhi. ST mencapai 138,716 suara atau 65%, di periode berikutya pasangan Drs, David Bobihoe Akib, mencapai kemenangan di angka 59,18%, dari data ini dapat kita lihat bahwa kemenangan diatas 50% bukanlah hal yang tidak pernah terjadi

Kemenangan 138.716 suara atau 65% di Pemilihan Kepala Daerah masa Jabatan 2005-2010 adalah bentuk ketokohan para elit antaranya H. Ahmad Hoesa Pakaya, MBA sebagai tokoh sentral dan Drs. H. David Bobihoe Akib. Sebagai calon Bupati dengan latar belakang sebagai Sekertaris Daerah dan kemampuan mengelola manajemen serta komunikasi mempuni mengantarkan Drs. H. David Bobihoe menjadi Bupati pertama kabupaten Gorontalo yang dipilih langsung oleh Rakyat,  dalam masa pemerintahan 2005-2010 pemerintahan banyak melakukan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat tidak heran jika masa tersebut kepuasan public mencapai angka 78%, menjelang pemilihan kepala daerah masa jabatan 2010-2015 kepuasan public masih tinggi sampai ada pemikiran harus menciptakan pasangan BONEKA untuk menghindari berhadapan dengan kotak kosong di Pilkada 2010, dengan asumsi bahwa jika petahana melawan kotak kosong pada Pilkada atau periode berikutnya berarti system politik di daerah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Saat menjelang satu minggu penutupan pasangan calon kepala daerah KPUD Kab Gorontalo menerima pendaftar dari pasangan calon kepala daerah. pemilihan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Gorontalo terselenggara dengan jadwal yang ditentukan oleh KPU RI dan melahirkan Drs. H. David Bobihoe Akib dan H. Tonni Yunus Dengan raihan sebesar 115.028 suara atau 59.18% sesuai hasil liris KPUD Kabupaten Gorontalo diperhitungan suara akhir pilkada 2010. dari fakta-fakta yang ada bahwa kepuasan public di atas 70% dan dengan program-program yang pro rakyat serta kedekatan pemimpin dengan masyarakat bisa tergerus sampai diangka 59,18% hasil akhir perhitungan suara, dari dua kali pemilihan pasangan David Bobihoe Akib tidak menggunakan kartu sakti seperti yang di praktekan oleh pasangan pada pemilihan kepala daerah lain.

Bisa kita bayangkan jika kepuasan public di bawah 60% dalam interval waktu pemilihan masih menyisahkan 11 bulan, serta banyaknya calon-calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sudah mendaftar ke partai-partai politik, menandakan bahwa pemilihan kepala daerah di tahun 2020 akan ramai.

Dari konstalasi politik sekarang dapat disimpulkan bahwa sang petahana sangat mungkin untuk di kalahkan, disisi lain petahana banyak disandingkan dengan para tokoh-tokoh, baik dari ketua partai sampai pada ASN yang mendekati pensiun untuk mendapinginya di period kedua. Dari fenomena menyandingkan petahana dengan beberpa tokoh menandakan sang petahana tidak percaya diri menghadapai pemilihan calon kepala daerah tahun 2020, ditambah lagi banyaknya baliho sang petahana berseliweran dikantor-kantor pelayanan public dengan slogan-slogan LANJUTKAN, NDP dll.

Hal ini tidak pernah terjadi di kabupaten Gorontalo masa pemerintahan sebelumnya dimana pemilihan yang masih satu tahun sudah banyak baliho dengan takeline LANJUTKAN berseliweran dimana-mana apalagi baliho tersebut terpampang di kantor pelayanan public.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button