TOJO UNA-UNA

DUGAAN PUNGLI TERCIUM DARI PROGRAM BANTUAN 22 EKOR SAPI DI DESA BANTUGA KABUPATEN TOUNA

Laporan: Jefriyanto (Jarber SMSI)
Editor: Mahmud Marhaba

Touna [KP] – Pengadaan 22 ekor sapi dari Anggaran Dana Desa (ADD) di desa Bantunga, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una diduga sarat pungli.

Informasi dihimpun kabarpublik.id, dari pengadaan tersebut ada pihak yang diduga sengaja mengambil keuntungan dengan melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp. 50.000, kepada setiap penerima. Tak hanya itu, jumlah sapi yang mestinya diadakan seharusnya berjumlah 23 ekor.

Menurut salah seorang sumber, jumlah anggaran pengadaan sapi di desa Bantunga TA. 2018 bersumber dari dana APBN sebesar Rp. 198.000.000. Hanya saja ia menduga pelaksanaannya tidak sesuai juknis.

“Terindikasi adanya pungutan liar 50 ribu disetiap penerima, dan masih ada dugaan praktik penyimpangan lainnya, mulai dari spek ukuran sapi yang seharunya berukuran 100 lebih ternyata tidak mencapai ukuran yang ada, dan jumlah total bantuan sapi yang diadakan di duga  tidak sesuai usulan dalam draf,” jelas sumber pada tanggal 25 Oktober saat menemui awak media ini.

Ia menambahkan, sapi jantan yang tercantum dalam petunjuk tekhnis tidak terlihat di lapangan. “Padahal dalam usulan penerima manfaat seharusnya semuanya berjumlah 23 ekor, bukti yang ada di lapangan hanya 22 ekor,dalam usulan  21 betina dan 2 ekor jantan,” jelasnya.

Terkait dugaan kasus yang dilaporkan warga tersebut, awak media kabarpublik.id melakukan penelusuran dilapangan hendak menemui Kepala Desa Bantunga di kantor desa setempat, Jumat tanggal 18 Oktober. Disayangkan, Kades Amrin Siu tidak berada di tempat.

Terpisah, sumber yang sama juga menyampaikan Kades Ambrun Siu telah melakukan penarikan sapi secara paksa  kepada salah satu penerima tanpa alasan jelas.

Sebagaiman Informasi terhimpun pada Jumat (25/10/2019),  dari seorang penerima berinisial RH. Ia mengaku terkejut ketika sapi bantuanya telah di tarik oleh kades  pada hari Kamis  tanggal 24 Oktober 2019. Ia menduga penarikan dipicu oleh pertanyaan terkait selisih jumlah pengadaan sapi di desa Bantunga.

“23 ekor sapi  yang ada hanya 22, terkait juga sapi jantan yang telah diusulkan tidak ada dilapangan, kami menduga sda pungutan sebesar lima puluh ribu ke setiap penerima”, ucapnya. # [KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker