GORONTALOHUKRIM
Trending

PARAH, 14 PELAJAR DI GIRING KE POLDA GORONTALO, MEREKA KEDAPATAN PESTA MIRAS DAN NGELEM

Laporan : Jarber SMSI (Tim KP)

Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Inilah kondisi pelajar di salah satu SMK di Kota Gorontalo. 14 pelajar yang tertangkap tangan sedang asyik asyik pesta minuman keras (Miras) dan ngelem di kompleks Gelanggang Remaja Nani Wartabone Kota Gorontalo.

Direktorat Resnarkoba Polda Gorontalo yang dipimpin Kombes Pol Dewa Putu Gde Arta, SH., MH mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya sekumpulan siswa sekolah yang sedang pesta miras di komplek GOR Nani Wartabone.

“Siang tadi sekitar pukul 13.00 wita, kita dapat info dari masyarakat bahwa di komplek GOR Nani Wartabone sedang ada pesta miras yang dilakukan oleh sekelompok pelajar, selanjutnya saya perintahkan tim Opsnal untuk mengecek kebenaran info tersebut, dan ternyata benar ada 14 siswa kelas 10 salah satu SMK sedang mengkonsumsi miras jenis cap tikus dan hisap lem kayu jenis fox, selanjutnya kita bawa ke 14 siswa tersebut beserta barang buktinya ke kantor untuk kita berikan pembinaan,” kata Dewa Kamis (24/10/2019).

Selain membawa para siswa ke kantor, para orang tua berikut kepala sekolah dari siswa tersebut turut diundang ke kantor guna mendapatkan arahan.

“Kita undang para orang tua dan juga kepala sekolahnya untuk kita berikan arahan yang intinya agar para orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anaknya begitu juga dengan pihak sekolah,” imbuh Dewa.

Terhadap ke 14 siswa pelajar yang diamankan, diminta membuat surat pernyataan untuk.tidak mengulangi perbuatannya dan disaksikan oleh orang tua dan juga kepala sekolahnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK melalui press release sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh ke14 pelajar yang asyik pesta miras tersebut.

“Sungguh sangat disayangkan ya, jika diusia belia mereka sudah terpengaruh konsumsi miras, selain tidak baik buat kesehatan badan juga akan memberikan dampak buruk bagi perilaku mereka, dan itu salah siapa? mari kita sama-sama instropeksi, bagaimana peran orang tua, guru, pemerintah daerah dan lain sebagainya, semua mesti turut bertanggung jawab, karena masa depan anak menentukan masa depan bangsa, jika masih remaja saja sudah rusak, bagaimana nantinya?”kata Wahyu.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker