GORONTALOOPINIPOHUWATOPOLITIK

MENGUJI KONSISTENSI SYARIF MBUINGA

Oleh : Mahmud Marhaba

MENJADI pemimpin itu tidak gampang. Segala ide dan keputusan harus dilakukan untuk menjaga agar kondisi tetap stabil. Pemimpin harus mampu memilah, memilih dan memutuskan apa yang akan diambil meski itu kadang bertentangan dengan hati nurani. Bersikap objektif serta menjadi teladan merupakan tuntutan yang dikehendaki oleh semua pihak. Sebagai pemimpin itu wajib dimaklumi, meski banyak hal yang harus dipikirkan untuk diputuskan.

Dalam dunia organisasi apapun, kebijakan dan kepiawaian pemimpin akan menjadi sebuah dambaan untuk memuluskan jalannya organisasi. Demikian halnya dengan organisasi partai politik. Keputusan organisasi kadang menjadi sebuah momok yang menakutkan. Apalagi itu mengancam posisi dan jabatan dirinya.

Dalam tahun ini, jelang dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah serentak, 3 daerah di provinsi Gorontalo akan melakukan Pilkada 2020. Sejak sekarang partai politik mulai pasang strategi untuk menggapai kemenangan. Memilih calon yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap capaian akhir nanti. Jika salah menyodorkan calon, maka bisa fatal akibatnya. Kondisi seperti ini ketika kita berpikir normatif, dengan mengabaikan kekuatan financial calon. Tak dapat dipungkiri, uang adalah segalanya, meski segalnya tidak dengan uang.

Dari ketiga penyelengaraan Pilkada 2020 mendatang, hanya Pohuwato yang tanpa didihadiri incumbent. Ini terkait dengan masa kepemimpinan Syarif Mbuinga yang sudah menajabat 2 periode sebagai Bupati Pohuwato, meski peluang untuk Wakil Bupati, Amin Haras juga terbuka lebar, apalagi dirinya saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Pohuwato.

Ketidakhadiran Syarif dalam Pilkada Pohuwato, membuat peluang semua partai politik terbuka lebar. Namun, catatan yang wajib diwaspadai, Syarif Mbuinga masih ‘berkuasa’ sebagai Bupati Pohuwato hingga akhir masa jabatannya. Ketokohan serta kekuasaannya ‘wajib’ diperhitungkan oleh lawan politik. Tongkat komando masih dipegangnya hingga ke tingkat desa. siapa yang dekat api, maka dia akan merasakan kehangatan. Secara spekulasi politik, siapa yang didukung Syarif, dipastikan menang dengan tidak takabur atas kehendak Tuhan.

Bukti kuat atas prestasi politik Sayrif adalah, dirinya mampu menjabat kepala daerah hingga 2 periode. Saat pencalonan kedua kalinya, dirinya mampu merangkul semua partai politik di Pohuwato untuk mendukungnya. Padahal, dengan partai Golkar sebagai pengusung saat itu bisa dilakukan, namun feeling politiknya berjalan. Tak mau ada ‘kegaduhan’ dalam karir pencalonannya yang memasuki 2 periode.

Dalam perjalananya, Syarif yang menjabat Ketua DPD II partai Golkar, mampu mempertahankan Golkar sebagai partai pemenang di Pohuwato. Jumlah kursi pun sangat signifikan dengan partai lainnya. Catatan dari media ini, kursi Ketua DPRD tidak pernah lepas dari partai Golkar semenjak dirinya memimpin Partai Golkar Pohuwato. Bahkan, dirinya pun sempat menikmati kursi Ketua DPRD yang sempat diributkan jelang penetapan Ketua DPRD kemarin.

Menariknya, dalam agenda politik Pileg 2019 ini, Syarif mampu mengondol 2 rekor sekaligus. Pertama, Syarif mampu mempertahnkan Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu, Kedua, dirinya mampu memenangkan calon Anggota DPR-RI dari Partai Golkar, Idah Syaidah Rusli Habibie yang kini sudah dilantik menjadi anggota DPR-RI periode 2019-2024. Tentu ini menjadi catatan sebagai ‘prestasi’ kader Partai Golkar yang sangat luar biasa.

Rusli Habibie sebagai Ketua DPD I Partai Golkar provinsi Gorontalo, sangat tepat mempercayakan Syarif sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato. Dirinya mampu mengangkat reputasi Partai Golkar di Porvinsi dibanding dengan Partai Golkar di daerah lainnya. Olehnya, Rusli Habibie sangat ‘mengggantungkan’ harapan untuk Pohuwato dapat memenangkan suara Idah Syaidah dalam kontestan Pileg yang baru usai itu. Konon beredar kabar, prestasi yang luar biasa dicapai Syarif Mbuinga akan mendapat kepercayaan yang lebih untuk memimpin DPD I Partai Golkar pasca dirinya memimpin.

Belum usai kerja keras Syarif. Kini dirinya diperhadapkan untuk urusan Pilkada 2020. Sebagai Partai pemenang tentu ini menjadi peluang terbesar partai Golkar untuk meraih kembali kursi Bupati pasca dirinya menjabat 2 periode ini. Dinamika jelang Pilkada Pohuwato kini memanas. Namun, ada tugas berat yang bakal dilakoninya. Terhebus kabar jika Alham Habibie akan dicalonkan menjadi Bupati atau Wakil Bupati. Sebagai kader partai, para ketua DPD II tentu menjawab akan maksimal mendukung keinginan Alham Habibie menjadi calon di Pilkada.

Melihat peta politik di Gorontalo, peluang terbesar hanya ada di Pohuwato. Alham yang masih muda itu jika diplot ke Pohuwato, maka peluang besar diraihnya dengan sebuah ‘garansi’ prestasi Syarif Mbuinga. Sebagai kader yang sekaligus pimpinan Parpol di Pohuwato, Syarif telah teruji dengan segala perjuangannya untuk partai berlambang Beringin ini. Alham bisa saja menjadi Wakil Bupati di Pohuwato yang akan dipasangkan dengan kader yang hebat dari partai Golkar. Kehadiran Alham besar merubah peta pencalonan di Pohuwato. Syarif harus bijak memasangkan Alham dengan kader yang mempuni. Disinilah ujian konsitensi Syarif Mbuinga dalam memimpin Partai Golkar di Pohuwato. Dirinya harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan keluarga diatas kepentingan organisasi. Jika ini tercapai, jalan menuju Ketua DPD I Partai Golkar akan terbuka lebar. Janji yang pernah disampaikan Rusli Habibie di depan kader Golkar di Pohuwato tidak akan pernah diingkarinya. Kita nantikan saja bagaimana kebijakan partai Golkar dan konsistensi perjuangan Syarif Mbuinga kedepan.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker