BOLMONG INDUKOPINISULUT

“HOAX_BMR MENUJU PROVINSI”

Oleh : Vicky Hala’a, S.Pd

Dasarnya apa? nanti saya jelaskan premisnya.

BEBERAPA bulan yang lalu kita memperingati hari lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow ke 65 tahun dan atau pada tanggal 23 Maret 2019. Tetapi, apakah selama 65 tahun hanya memperingati? kan tidak. Lalu kenapa bangga dengan adanya dirgahayu? Jika setiap dirgahayu dilandasi dengan adanya kebanggaan, maka kebanggaan tersebut merupakan kerisauan subjektif. Bukan berarti saya melarang hak kebanggaannya kalian, tidak. Sebab itu kehendaknya kalian. Saya hanya ingin mengajak kepada pembaca agar dapat membaca situasi dan kondisi yang terjadi di Bolaang Mongondow selama 65 tahun. Bagaimana bisa kita mencapai Provinsi jikalau hanya memperingati. Tidak akan bisa. Atau kita menungguh lagi selama 35 tahun agar supaya mencapai 100 tahun, kemudian memperingati kembali. Itukah yang di inginkan? Tidak. Sekali lagi tidak. Sudah cukup memperingati hari lahir Bolaang Mongondow. Bukan berarti saya melarang masyarakat dan juga aparat pemerintah untuk memperingati dirgahayu Bolaang Mongondow, silakan lakukan itu, tapi jangan selalu memperingati. Sebab 65 tahun bukanlah usia muda melainkan usia tua. Seharusnya kata memperingati bukan lagi menjadi objektivitas tahunan bagi penguasa, melainkan objektifitas menuju Provinsi.

Masi Ingatkah kalimat yang terpampang di depan rumah kita yang bunyinya; MBR menuju PROVINSI. Pasti ingat dan jangan pura-pura lupa. Sebab, kalimat tersebut masih meraja lelah dipikiranku. Andai kata kalimat tersebut mempunyai objektifitas yang jelas, seperti tahun berapakah Bolaang Mongondow Provinsi, maka pikiranku tidak meraja lelah seperti sekarang ini. Jikalau kalimat tersebut terpampang tahun 2030 misalkan, otomatis Bolaang Mongondow punya misi yang jelas untuk menuju Provinsi. Tapi ini tidak punya misi sama sekali. Misi yang saya maksudkan ialah target, maksudnya tahun berapakah Bolaang Mongondow akan menuju Provinsi? Dengan demikianlah masyarakar akan mengira-ngira, setidaknya ada fatamorgana yang terlintas didalam pemikiran masyarakat Bolaang Mongondow. Tapi ini tidak punya target sama sekali, sehingganya kalimat tersebut menjadi ambigue,. (HOAX_ BMR MENUJU PROVINSI). Semestinya ada target, sebab kenapa, yang menuju kamar mandi saja ada target, semisal berapa lama dikamar mandi, apalagi yang bersifat fundamentalis “BMR”. Seharusnya punya target yang jelas.

Saranku, cukup untuk memperingati hari lahir Bolaang Mongondow, CUKUP!. Marilah berpikir dan bertindak. Sebab, lemahnya iman perjuangan terletak pada rapat dan diskusi. Mari satukan paradigma guna membentuk kerangka berpikir.

Memang sulit untuk mencapai Provinsi, karena melalui persyaratan yang ada, salah satunya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan Infrastruktur. Tetapi apakah 65 Tahun tersebut tidak cukup untuk membangun kalimat diatas? Pimpinanku, kalian harus berpikir jernih, gunakan sebaik mungkin pikiran kalian agar supaya 35 tahun kedepan Bolaang Mongondow bisa Provinsi.

Jikalau persyaratan yang saya maksudkan hanya menjadi hambatan kalian, gunakan APBD guna memajukan SDM (Sumber Daya Manusia). APBD mencapai 1,3 Triliun. Cobalah gunakan APBD untuk memajukan SDM (Sumber Daya Manusia). Caranya bagaimana?  Katakanlah ada 10 orang yang akan di sekolahkan oleh PEMDA (Pemerintah Daerah) untuk melanjutkan S2. Katakanlah perorang ada 32 juta yang ditanggung oleh PEMDA selama 4 semester. Jika 10 orang yang dibiayai oleh PEMDA, maka uang tersebut mencapai 320 juta. 320 juta tersebut, PEMDA bisa melahirkan generasi Magister sebanyak 10 orang. Luar biasa jika demikian.

Ketika dilihat dari tahun 2010-2019, rata-rata pemuda dan pemudi Bolaang Mongondow sangat berkeinginan untuk melanjutkan sekolah D1-Strata1 bahkan Profesor. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Ditahun 2001-2009, pemuda dan pemudi Bolaang Mongondow masih kurang minatnya untuk melanjutkan sekolah tahap Strata1. Ini menandahkan bawah ada perubahan secara signifikan pemuda dan pemudi Bolaang Mongondow. Entah keperhatiannya pada pengetahuan, dan atau materi. Pernyataan ini lahir dari hasil observasi saya dan observasi tersebut dijadikan opini yang berjudul HOAX_BMR MENUJU PROVINSI. Padahal, begitu banyak potensi yang terletak pada Pemuda dan pemudi Bolaang Mongondow, bahkan kalangan tuapun demikian. Atau, PEMDA punya plening yang lain. Loh, lalu kapan SDM meningkat jika tidak digunakan pola pikir seperti ini. Lalu maksud dari APBD itu apa? Kan hanya mengeluarkan 320 juta, dan itu tidak akan merugikan Daerah, sebab semua itu untuk memajukan SDM Bolaang Mongondow. Padahal persyaratan untuk menuju Provinsi salah satunya memajukan SDM (Sumber Daya Manusia).

Jikalau opini ini ditindaklanjuti oleh PEMDA, maka Magister yang saya maksudkan bisa ditarik kembali oleh PEMDA untuk menduduki kursi panas yang berada di Bolaang Mongondow. Jika demikian, merekalah yang nantinya menjadikan Bolaang Mongondow Provinsi. Sebab, ketika saya masih mahasiswa, saya selalu bertanya-tanya bagaimana caranya menuju Provinsi. Dan Alhamdulillah dijawab oleh aktivis Gorontalo. Bukan memaksa, sebab itu kehendak kalian. Lanjut…!

Kemarin, saya mendapatkan DATA mengenai banyaknya Magister dan Doktor di Bolaang Mongondow, kurang lebih ada 50 orang (Sulawesi Utara). Sedikit sekali. Sedikit!. Sementara persyaratan untuk menjadi Provinsi harus memadai SDM (Sumber Daya Manusia) dan juga Infrastruktur. Dan jika demikan, kapan memajukan SDM (Sumber Daya Manusia) dan Infrastruktur di Bolaang Mongondow  guna menuju PROVINSI? Atau menungguh lagi selama 35 tahun, agar supaya mencapai 100 tahun? Itukah yang di inginkan?

Pimpinanku, kau adalah Nahkoda kapal yang harus menatap kedepan guna melihat masa depan Bolaang Mongondow.  Railah ambisius kalian terhadap kalimat yang terpampang di depan rumah kita yang bunyinya; Bolaang Mongondow Raya Menuju Provinsi. Jangan takut, kami selalu membantu walaupun hanya memberikan kritikan.

Akhir kata, jalan Intelektual itu sangatlah membingungkan, namun bagi orang bijak, segala sesuatu tak berarti jika dia menemukan Tuhan. Ucap Penyair mesir, Sa’id.

Tetap Semangat Selagi Masih Muda.

Yakusa; Yakin Usaha Sampai, Kalau ndak yakin, usahakan sampai.

#BERSAMBUNG…

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker