OPINI

RUNTUHNYA KEKAISARAN DAN KEDIKTATORAN RH (ROMAWI DAN HITLER)

“DISKURSUS POLITIK DAN  ERA DEMOKRASI KITA”

Oleh : Nurhadi Taha (Pegiat literasi).

ADA cerita hadir dikala sebuah Materi dalam Pelatihan Intelejen di suatu lembaga. Cerita ini diambil pada sebuah latihan militer di negeri seberang, sebut saja itu militer negara Antartika. Militer di Negeri Antartika sangat berbeda jauh dengan latihan militer di Indonesia umumnya, proses perekrutan Tentara di negeri seberang mengutamakan naluri intelegensia  dan kekuatan otaknya ketimbang kekuataan fisik dan ototnya.

Di sebuah Kota Antartika dikumpulah para Casis dan Komandan latihnya dalam menguji kelulusan dengan berbagai metode. Pagi itu  semua casis diberi arahan bahwa latihan dan ujian pada hari itu hanya lari keliling Kota Antartika. Maka seluruh Casis mengelilingi Kota dan tiba di suatu hotel, para Casis ini diistirahatkan dan Komandannya memangil salah seorang Casis. Casis ini diperintahkan untuk dapat berdiri dengan seorang perempuan yang memegang air di atas blakon hotel sambil menujuk ke bawah teman- temannya. Maka ujian inipun dilalui seorang Casis dengan bekerja secara tim dan menganalisa perintah. Maka mereka membuat sebuah rekayasa, casis tersebut merubah perannya sebagai petugas perhubungan Kota, sementara lainnya membuat peran rekayasanya. Diperiksalah beberapa daftar tamu yang berjenis kelamin perempuan dan mulailah mereka merinci setiap tamunya sehingga menemukan seorang tamu perempuan cantik di lantai 16. Casis ini pun mulai  melakukan perannya dan langsung naik ke lantai 16, mengetuk pintu tamu serta  menyapa tamunya.  Memohon maaf pada tamunya untuk bisa memperkenankan masuk dengan tujuan memeriksa balkon di Hotel dengan alasan memasang CCTV Hotel sebagai bagian dari pengamanan hotel karena beberapa hari ini terjadi pembunuhan.

Aksi pun dilakukan, casis berpura-pura ke jendela dan meminta air di samping jendela dan melihat di atas balkon hotel. Ia pun meminta perempuan cantik itu melihat ke bawah pada teman Casis lainnya. Perintah dari komandannya dipenuhinya berdiri dengan seorang perempuan sambil memegang air dan menujuk ke bawah. Casis inipun bersama kelompoknya dinyatakan lulus ujian.

Kontrasepsi soal cerita di atas menyampaikan pesan bahwa saat ini eranya bukan lagi menjadi sosok yang hebat dengan ketokohan yang personal, tetapi membangun kekuataan dengan membangun, mengumpulkan tokoh, kekuatan kolektif merupakan sebuah jalan sukses bagi semua profesi.

Di abad millenial telah mengubah pola kerja dan fatsun politik kita. Era saat ini bukan lagi kekuataan otot tetapi otak yang bekerja. Kesuksesan pemenang adalah mereka yang mampu mengkolabarasi berbagai keilmuan dengan baik. Tak ada sukses tanpa team work yang kompak.  Begitupun pada soal lainnya.

Membangun dinasti politik dan usaha dalam berbagai sejarah para tokoh politik dan pengusaha di seluruh dunia mengalami periode keruntuhan. Coba lihat Hitler, ia kuat banyak kaki dinasti di bawahnya, tetapi ia runtuh dan luluh lantah karena selalu bernafsu ingin berkuasa sehingga kadang membabi buta ia menyerang musuhnya. Begitupun beberapa kekalahannya menyerang kelompok lainnya dalam perang orang sekuat Hitler dia jatuh bahkan runtuh.

Sejarah di Indonesia runtuhnya beberapa kekuasaan Soekarno karena adanya penghinataan dengan mencoba memberi Informasi yang salah sehingga menyebabkan beberapa orang-orang dekatnya berkhianat. Soekarno pun tumbang dengan pemberontakan PKI. Orde Baru Soeharto pun tumbang  karena ia dianggap menumpuk harta dan memonopoli ekonomi dan politik dengan beberapa kebijakannya.

Maka kita dekatkan pada posisi saat. Bila ada rezim punya jejak demikian, maka rezim itu tinggal sejengkal akan runtuh kejayaannya. Apalagi zaman dan abad telah mengubah semuanya, tetapi perjalanan sejarah perlu menjadi diskursus kita bila membangun dinasti dan gaya diktator akan menumbangkan bahkan ia akan berakhir secara tragis.

PRESFEKTIF KEGORONTALOAN .

Di Gorontalo, mereka para pemimpin sejak dini telah diberi nasehat oleh leluhur untuk tak melakukan tindakan sewenang wenang yang kita kenal ‘Tujia lo mongoo panggola’.

Huta, huta lo ito Eya,Taluhu, taluhu lo ito Eya, Dupoto, dupoto lo itu Eya, Tulu, tulo lo ito Eya,Dila poluli hilawo lo ito Eya. Artinya, Seluruh tanah adalah tanah milik Tuanku, seluruh air adalah air milik Tuanku, seluruh angin adalah angin milik Tuanku, Seluruh api adalah api milik Tuanku, tetap janganlah tuanku berbuat sewenang wenang.

Kita percaya atau tidak, tetapi dalam perjalanan sejarah politik dunia telah memberi pelajaran pada kita semua bahwa bertindak sewenang-wenang apalagi melakukan cara memimpin dengan “Diktator” maka yakin kepemimpinnya tak akan bertahan lama dan tak ada peradaban yang akan dihasilkan, yang ada adalah monumen dan jejak kejahatannya dan perilaku jahatnya.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button