BUOLSULTENG

DI BUOL, AKSI DEMO TERPECAH DUA KUBU, INI PENYEBABNYA

Laporan : Taufik Dj. Panua (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

BUOL [KP] – Demonstrasi yang terjadi di Kantor DPRD Buol, Jumat (27/09/2019) terbagi menjadi dua kubu yakni  satu dari Front Mahasiswa dan Masyarakat Buol Bersatu yang mana telah melaksanakan aksi pada Kamis, 26 September 2019 dengan tuntutannya yaitu 1. Penolakan RUU KPK, 2. Penolakan UU KUHP 3. Penolakan Kenaikan Iuran BPJS, 4. Bangun Universitas dalam Daerah 5. Prioritaskan Kebersihan Daerah Menuju Kota Adipura  dan, 6. Selesaikan Konflik Papua Dengan Mendirikan DRP yang telah di terima dan disepakati oleh Perwakilan DPRD Buol yang nantinya akan menjadi rekomendasi kepemerintahan Pusat dalam tuntutan isu Nasional dan Rekomendasi Daerah terhadap isu lokal.

Front Mahasiswa dan Masyarakat Buol Bersatu terdiri dari beberapa lembaga yaitu  KPA GMM Walacea, KPA Khatulistiwa, KPA Pioner, KPC C.I.A,  KPA Pogogol, BEM STIP, BEM STIE, SPR, YBBM, LMND, SAPMA, SRMI dan PMP.

Disatu sisi, ada masa aksi lain mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Bumi Pogogul yang terdiri dari beberapa lembaga yakni HMI Cabang Buol, PMII Cabang Buol, IMM Cabang Buol dan BEM STISIPOL dengan tuntutannya yaitu 1. Penolakan Revisi UU KPK, 2. Penolakan UU KUHP, 3. Tolak Kenaikan BPJS.

Aksi ini berlangsung pada Jumat (27/09/2019) pukul 09.00 wita. “Kelompok massa ini baru bisa melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada pukul 18.20 dikarenakan DPRD Buol masih harus menyelesaikan DRP dengan Front Mahasiswa dan Rakyat Buol Bersatu,” pungkas Srikandi Batalipu selaku Ketua DPRD Buol Sementara.

Pergerakan Mahasiswa Bumi Pogogul juga telah  menghasilkan keputusan dalam RDP yaitu 1. Menolak Revisi UU KPK, RUU KUHP, dan Menolak Kenaikan BPJS, 2. Menolak Kekerasan dan Diskriminasi Terhadap Seluruh Masa Aksi di Indonesia, 3. DRPD Buol akan Melakukan RDP Terhadap Kelangkaan BBM di Kabupaten Buol dengan mengahadirkan pihak-pihak terkait.

Menurut keterangan Ketua Umum Khatulistiwa, Rudy Ali Armin, mengatakan dimana masa aksi Front Mahasiswa dan Masyarakat Buol Bersatu awalnya satu alinsi dengan pihaknya, namun dikarenakan perbedaan pendapat di antara beberapa lembaga pada saat konsolidasi, sehingga ada sebagian lembaga yang menarik diri Pront Mahasiswa dan Masyarakat Buol Bersatu dan kemudian membentuk kubu lain yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Bumi Pogogul.

Sedangkan menurut salah satu anggota dari Gerakan Mahasiswa Bumi Pogogul, Moh Taufiq Abdullah, pecahnya masa aksi ini karena ada beberapa persoalan, seperti konsep yang dihadirkan pada saat konsolidasi telah matang.

“Seharusnya ini perlu didiskusikan dulu mulai dari nama aliansi dan gerakan-gerakan didalamnya sehingga dari beberapa lembaga kembali melakukan diskusi internal di masing-masing lembaga dan menghasilkan keputusan untuk menarik mundur dan melakukan aksi pada hari Jum’at,” ungkap Moh Taufiq Abdullah.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker