ADVETORIALGORONTALO

BPDAS-HL BONEBOL LAKUKAN RAKOR TERKAIT PEMBINAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN

Laporan : Tim Kabar Publik (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutang Lindung Bone Bolango menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Kamis (26/09/2019) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Kepala BPDASHL Bone Bolango, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Rehabilitasi, Para Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan se-Provinsi Gorontalo, Para Kepala UPTD KPH serta para penyedia/kontraktor RHL.

M Tahir, selaku Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Gorontalo menjelaskan, RHL didalam kawasan hutan ini dilalukan karena saat ini kondisi lahan kritis di Gorontalo semakin memprihatinkan.

Lahan kritis ini kata dia, luasnya mencapai 330 ribu hektar, dimana didalam kawasan hutan seluas 100 ribu hektar dan diluar kawasan hutan seluas 200 ribu hektar.

Dirinya menjelaskan juga, untuk jenis penanaman di bagi dalam dua kategori, yakni 70 persen buah-buahan, dan 30 persen kayu kayuan.

“Harapan kami jika ini tumbuh, maka masyarakat yang memiliki dan menikmati hasilnya,” kata Tahir.

Lanjut dia, setelah ini masyarakat akan dibuatkan perhutana Sosial, dimana masyarakat akan diberi ijin selama 35 tahun untuk mengelola lahan tersebut. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Provinsi Gorontalo seluas 12.300 hektar, dijadwalkan akan rampung dikerjakan hingga akhir tahun ini. Hal ini mengingat awal bulan Oktober, para pengusaha sudah mulai melakukan persiapan jelang penanaman yang dijadwalkan mulai dilakukan awal bulan November nanti, karena sudah memasuki musim penghujan.

Sebaliknya jika pada bulan November hujan tak kunjung turun, pihaknya mengaku tidak akan dapat melakukan penanaman. “Ini akan berdampak pada konsekwensi anggaran, hingga harus dianggarkan lagi di tahun 2020, sebesar 100 miliar rupiah khusus untuk kegiatan RHL,” ungkap M Tahir.

Dijelaskan pula, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan,mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga memiliki daya dukung, produktif dan memiliki peranan dalam mendukung sistem penyangga kehidupan.

Ditambahkannnya, areal kawasan hutan yang menjadi lokasi RHL sebagian sudah ada masyarakat sebagai penggarap lahan. Oleh karena perlu pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia meminta kepada para pimpinan perusahaan penyedia harus sering datang ke lokasi jangan hanya petugas-petugas bawahan, agar memahami kondisi sosial sehingga lebih proaktif dan antisipatif. Selain itu juga kepada jajaran kehutanan, khususnya BPDASHL agar selalu berkomunikasi dengan para pengelola kawasan hutan, KPH, KSDA dan TN agar bersama-sama dalam menyukseskan RHL.

Dalam rakor ini Balai PDASHL Bone Bolango menargetkan luas areal penanaman 12.300 Ha dengan sasaran lokasi RHL adalah kawasan hutan yang Kritis. “Tujuan Rakor ini agar para pelaksana bisa melakukan pekerjaan sesuai rencana dan pedoman kegiatan dengan mengacu pada ketentuan di dalam kontrak, saat ini pekerjaan sedang dalam proses pembuatan persemaian dan pembibitan,” ungkap Kepala BPDASHL Bone Bolango , M Tahir. Pola ini diyakini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui Skema Perhutana Sosial atau Keriasama.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Vidiyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button