BERITA

KEBERHASILAN STUNTING, GILIRAN PEMKOT BONTANG ‘BERGURU’ DI KABGOR

Laporan : Tim Kabar Publik (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KABGOR [KP] – Kabupaten Gorontalo merupakan daerah pilot project penurunan penanganan Stunting di negeri ini. Pengakuan predikat pilot project yang diberikan Kementerian Kesehatan RI ini membuat Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo keseringan diundang menjadi narasumber di tingkat Nasional  akan strategi dan langkah jitu penurunan penanganan Stunting tersebut.

Tak hanya itu, Kabupaten tertua di Provinsi Gorontalo ini sering juga menjadi tujuan dan rujukan sejumlah daerah sebagai pusat studi Komparasi. Beberapa daerah itu antara lain, Bolmong Utara, Bolmong Timur, Bolsel, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Enrekang (Makassar). Bahkan daerah wilayah Indonesia di bagian Timur, Pemerintah Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur datang dan melakukan studi Komprehensif terkait langkah pemkab Gorontalo dalam menurunkan angka stunting, Rabu (25/09/2019).

Kedatangan tim Kota Bontang itu disambut hangat Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Dr. Fory Naway bersama Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo serta jajaran kesehatan dan kepala-kepala Puskes se Kabupaten Gorontalo.

Seperti diketahui,  Tim Kota Bontang di pimping langsung Kepala Dinas Kesehatan beserta jajarannya, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bontang. Tampak pula Forum Komunikasi Sehat, sejumlah OPD terkait serta kepala Puskes se Kota Bontang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Dr. Baharuddin, MM, mengatakan keputusan pemerintah Kota Bontang untuk melakukan studi Komparasi di Kabupaten Gorontalo adalah kesepatan bersama. “Kami sudah mendengar, melihat bahwa di Indonesia daerah yang berhasil menurunkan dan penanganan  angka Stunting secara signifikan adalah Kabupaten Gorontalo. Maka inilah tekad kami untuk melihat dari dekat, datang belajar di daerah ini dan memboyong sejumlah Pimpinan OPD terkait, Dinas Kesehatan dan Kepala Puskes se Kota Bontang ,” Kata Baharuddin, yang mengetahui kabupaten Gorontalo sukses dalam penurunan dan penaganan stunting lewat sosial media, lewat pemberitaan nasional dan berbagai sumber yang ada di negeri ini.

Ia mengatakan, kondisi Stunting di Kota Bontang sesuai Pemantauan Status Gizi (PSG)  tahun 2017 berikisar pada angka 32, 4 % dan tahun 2018 turun menjadi 26 %, Karena telah di intervensi dengan beberapa kegiatan. “Mudah-mudahan  setelah studi komparasi di Kabupaten Gorontalo, tentu kami berharap penanganan stunting  turun  secara signifikan seperti yang ada di Kabupaten Gorontalo,” kata dia lagi.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyambut baik kedatangan jajaran Kota Bontang di wilayah Kabupaten Gorontalo itu. Ia menyampaikan, masalah Stunting telah menjadi perhatian pemerintah pusat, karena itu sejak awal pemerintah daerah kabupaten Gorontalo fokus melakukan penanganan penurunan stunting .

“ Pemeritah kabupaten Gorontalo, selama tiga tahun terkahir ini fokus melakukan berbagai upaya dan langkah –langkah penanganan jumlah kasus stunting. Masalah Stunting diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor bahkan melibatkan kaum ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi perempuan yakni PKK,” jelas Nelson.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Dr. Roni Sampir mengatakan, penurunan angka Stunting hingga hari ini sesuai data PSG berkisar 5,9 persen. Ia mengatakan, dalam waktu dekat juga pemerintah kabupaten Gorontalo melalui Dinas Kesehatan akan melakukan penimbangan kepada seluruh Balita sehingga, dia menjadi by name by addres.

“Akan kita ketahui disitu rill penurunan stuting di daerah ini. Akan tetapi sesuai Pemantauan Status Gizi (PSG ), hari ini terus turun hingga  diangka PSG  5,9 persen tahun 2018 dari total rill tahun 2015 di angka 40,2 persen,” Jelas Nelson.

Roni sampir menuturkan, Pak Bupati Nelson Pomalingo pernah memaparkan best practices upaya penanganan Stunting di daerah ini. Best practices sudah pernah disampaikan di hadapan DPR RI dalam seminar Nasional khusus percepatan penurunan stunting kerjasama dengan kaukus kesehatan, mitra pangan gizi dan kesehatan Indonesia ( MPGKI ) pada bulan Agustus kemarin.#[KP/HMS]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker