GORONTALONASIONAL

JANGAN ADA PRAKTEK TRANSAKSIONAL PILREK UNG

Laporan : Tim KP (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

GORONTALO [KP] – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Gorontalo kali ini terasa berbeda dengan Pilrek-Pilrek sebelumnya. Pasalnya selain mendapat perhatian kalangan akademisi, Pilrek juga mendapat perhatian luas masyarakat. Itu sebabnya walaupun sudah tiga pekan perhelatan Pilrek digelar, isu Pilrek sampai saat ini masih jadi bahan perbincangan. Perbincangan  bisa ditemui sudut-sudut kampus, warung kopi hingga di media sosial.

Menurut aktivis antikorupsi  Arten Mbongi, diskursus Pilrek yang masih terus bergulir itu disebabkan ada kekhawatiran publik calon yang sudah memperoleh suara terbanyak saat penyaringan bisa saja kalah karena Kementerian yang memiliki 35% suara menggunakan hak suara pada pemilihan putaran kedua dengan memilih calon lain. 

Itu sebabnya Arten berharap pihak Kementerian harus hati-hati dalam menyalurkan hak suaranya. Kementerian selain harus bisa membaca aspirasi  kampus dan masyarakat juga harus bisa menelusuri rekam jejak calon untuk kemudian dijadikan dasar memilih siapa yang pantas menjadi Rektor.

“UNG merupakan kampus peradaban yang mengusung nilai-nilai moral. Maka Pilrek harus menghasilkan Rektor yang berintegritas, bersih dan bebas dari masalah hokum,”  papar Arten.

Sementara mantan Rektor UNG Syamsu Qamar Badu yang dimintai pendapatnya mengatakan Rektor adalah kader terbaik UNG yang dipilih Senat. Rektor tidak harus seorang super hero, serba tahu serba bisa, tapi harus mampu  memanage sumber daya untuk mencapai visi misi. Mampu menempatkan orang sesuai bidangnya dan terbuka.

Selain itu menurut Syamsu, UNG saat ini membutuhkan figur pemersatu dan pengayom bagi semua. “Prestasi UNG saat ini karena faktor itu. Dalam istilah saya  “energy kekitaan,” katanya.

Sedangkan soal 35% suara Kementerian, menurut Syamsu,  akhir-akhir ini ada kecenderungan disalurkan ke semua kandidat. Menteri mungkin berpikir kalau suara  digelondongkan pada satu orang saja akan memunculkan tanya dan curiga. “Masak calon lain tidak ada harganya di mata Menteri. Jangan-jangan ada praktik transaksional. Ini yang mau dihindari Menteri,” jelas Syamsu yang merasa bangga Pilrek kali ini mendapat perhatian luas masyarakat.

Sementara Bupati Gorontalo yang juga mantan Rektor UNG Nelson Pomalingo yang dimintai pendapatnya soal siapa yang layak menjadi Rektor menegaskan bahwa ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Rektor yang ideal. Pertama, harus orang baik dan tidak punya masalah hukum. Kedua, berwawasan luas. Ketiga, mampu membangun relasi dengan semua pihak baik internal maupun eksternal kampus. Nelson menegaskan Pilrek kali ini harus mampu menghasilkan figur yang memenuhi kriteria tersebut agar UNG yang berjulukan kampus peradaban itu berwibawa dan disegani.

Pernyataan lebih terbuka dan tegas datang dari mantan Walikota Gorontalo, Adhan Dambea. Kepada Media Gorontalo.com dia menegaskan Kementerian harus mendukung mayoritas suara senat yang memilih Mahludin Baruwadi. “Saya tidak kenal dia, Saya telusuri rekam jejaknya, dia profesor senior dan bersih.  Sedangkan Eduard Wolok masih junior, doktornya belum lama, masih ada kesempatan di Pilrek periode  berikut. Bila sampai Kementerian mengalahkan mayoritas suara senat yang memilih Mahludin, saya khawatir  ada penolakan,” kata Adhan.

Seperti diketahui, Pilrek UNG tahap pertama telah digelar awal September lalu. Dari lima calon hanya tiga yang mendapat suara senat masing-masing Mahludin Baruwadi 40 suara, Eduard Wolok 27 suara dan Ani Hasan 2 suara. Dijadwalkan hari ini, 17 September di kampus UNG akan digelar Pilrek tahap kedua dengan pemilih dari Kementerian yang memiliki hak suara 35% itu. Suara Kementerian ini yang akan menentukan siapa Rektor UNG periode 2019-2023.

Nah, bagaimana hasil pilrek hari ini? Kita tunggu saja.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker