KOTA GORONTALOPARIWISATA

FESTIVAL APANGI, AKANKAH TERDAFTAR PADA BUKU REKOR MURI?

Laporan : Tim KP (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

KOTA GORONTALO [KP] – Festival Apangi yang setiap tahunya diselenggarakan oleh semua elemen masyarakat yang di dukung juga oleh pemerintah Kelurahan, BPD dan LPM telah membahana di seantero nusantara. Apangi merupakan khas makanan daerah Gorontalo memiliki ciri khas khusus yang pasarannya sudah kemana-mana.

Masyarakat kelurahan Dembe I kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo telah menginisiasi kegiatan ini sejak tahun 2016 melalui swadaya masyarakat. Secara mandiri ini bisa dilakukan dengan berbagai terobosan yang bisa dikatan jitu. Betapa tidak, hanya dengan suport dan dorongan pemerintah kelurahan saja, ivent yang kini bisa disejajarkan dengan ivent nasional itu bisa booming kemana-mana.

Dari catatan media kabarpublik.id, perayaan festival Apangi tahun 2018 kemarin, pengunjungnya memblukdak hingga menggunakan jalan alternatif di pinggiran danau Limboto. Malah, dari sumber lain mengatakan jika pengadaan Apangi oleh masyarakat melebihi target hingga 80%.

“Thaun 2018, kami menargetkan Apangi tersaji sebanyak 100 ribu buah, namun dalam kenyataanya mencapai 180 ribu buah. Tahun ini capaian target hingga 200 ribu bauh,” ungkap Zulkarnain Husain aktifis muda Kota Gorontalo.

Mengapa momentum ini tidak dijadikan ajang untuk memecahkan Rekor Muri, atau minimal terdaftar dan di catat dalam buku Rekor Muri.

Penelusuran media ini, hanya ada 2 instansi yang getol mensuport kegiatan ini. Bagian Humas Pemda Kota Gorontalo setiap tahunnya bisa menyisihkan sedikit anggaran untuk kegiatan ini. Sementara Dinas Kesehatan Kota Gorontalo mengambil bagian didalamnnya karena bersentuhan lansgung dengan penyajian makanan kesehatan Pangan.

Meski kerinduan besar dalam mencatatkan kegiatan ini pada buku Rekor Muri, Zulkarnain optimis kedepannya semua instansi seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM akan bersama-sama mengambil bagian didalamnnya.

Dari segi Budaya, kegiatan Festival Apangi dilaksankan setiap menyambut dan merayakan Tahun Baru Islam. Dari sisi ekonomi, terdapat perputaran ekonomi yang luar biasa. Bisa dibayangkan jika ada 200 ribu Apangi dihargai setiap buah minimal @1.000 rupiah, maka nilai ekonomi dalam Festival ini mencapai minimal 200 juta rupiah. Nilai yang cukup Fantastis untuk sebuah ivent tingkat Kelurahan.

“Kami berharap jika kegiatan Festival Apangi ini bukan hanya sekedar Festval saja, tetapi dari sisi ekonomi bisa mengangkat perekonomian UMKM serta bisa mendatangkan touris lokal maupun manca negara,” harap Zulkarnain yang disampaikan ke media ini, Minggu (07/09/2019).

Bagaimana semaraknya kegiatan besok nanti? Media ini akan memberikan laporan khusus terkait dengan ivent yang bakal menjadi agenda Pariwisata Nasional ini.#[KP]         

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button