KOTA GORONTALO

BUKA MUSCAB HISWANA MIGAS VII, WALIKOTA GORONTALO INGATKAN TANTANGAN DI MASA DEPAN

Laporan : Rizky R. Umar (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KOTA GORONTALO [KP] – Walikota Gorontalo Marten Taha menghadiri serta membuka kegiatan Musyawarah Cabang VII Hiswana Migas Dewan Pimpinan Cabang VI Gorontalo bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Rabu (04/09/2019).

Turut hadir dalam kegiatan ini Chairul A. Adin, selaku General Manager MOR VII PT. Pertamina Makassar, Marketing Branch Manager Sulutenggo PT. Pertamina Manado, Terminal BBM PT. Pertamina Gorontalo, Jr sales Executif PT. Pertamina dan Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi.

Dalam sambutannya Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan kebiasaan suatu organisasi dalam melaksanakan Musyawarah Cabang seperti ini biasanya akan ribut dengan agenda-agenda Muscab, terutama yang berhubungan dengan persoalan siapa yang akan menjadi Ketua nanti. Tetapi tegas Marten Taha, dirinya melihat kalau di organisasi profesi seperti ini yang juga sebagai organisasi bisnis para pengusaha, mereka tidak terlalu pusing siapa yang akan menjadi Ketuanya.

Dirinya mengatakan Hiswana Migas ini adalah himpunan dari pada pengusaha-pengusaha yang menangani komoditas suatu produk yang strategis di negeri ini. “Jadi saya kira kedudukan bapak dan ibu sebagai pengusaha di bidang minyak dan gas bumi ini memiliki peran yang sangat penting dan strategis, sangat cocok dengan tema dalam kegiatan ini yaitu menghadapi tantangan global,” ungkap Walikota 2 periode itu.

Tantangan seperti ini sudah pasti karena yang akan dihadapi oleh Pertamina adalah tantangan tantangan global. “Dengan adanya kekurangan sumber sumber energi yang tidak dapat diperbaharui maka tantangan Pertamina ini semakin besar,” tutur Marten.

Dirinya berharap dalam pelaksanaan Musyawarah ini dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses.

“Jangan ada gesekan gesekan seperti Musda Partai Politik dan organisasi-organisasi yang lain, yang kemudian setelah melaksanakan Muscab bukan kebersamaan, persatuan dan kekompakan yang ada, melainkan adanya perpecahan dengan munculnya organisasi atau DPC yang baru,” ungkap Marten Taha mengingatkan.

“Saya yakin sebagai organisasi profesi dan juga sebagai pebisnis, mereka tidak akan berpikir secara politis tetapi dapat berpikir secara bisnis bagaimana bisa melaksanakan secara efektif, efisien dan terukur sebagaimana adalah tujuan pembisnis,” imbuhnya.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker