OPINIPARIWISATA

OPINI : SEBERAPA PENTING PERAN GENERASI MILLENNIAL DI INDUSTRI HOSPITALITY?

Oleh : Made Handijaya Dewantara (Dosen S1 Pariwisata Universitas Prasetiya Mulya)

KATA-KATA millenial menjadi semakin marak diperbincangkan selama ini, tidak terkecuali di bisnis hospitality? Siapa sebenarnya sosok millennial ini? Banyak pihak mencoba mendefinisikan mereka yang tergolong kaum millennial. Mereka yang lahir mulai tahun 1987 – 1999 dikategorikan sebagai kaum millennial. Mereka adalah generasi yang punya kemampuan terbaik di bidang teknologi informasi, punya latar belakang pendidikan yang berkualitas, dan siap untuk bersaing serta menerima perbedaan.

Di Indonesia, generasi millennial menjadi generasi dengan perkembangan tercepat, terlebih lagi di industri pariwisata dan hospitality. Namun, generasi millennial sering diidentikkan dengan generasi yang kurang mempunyai sikap menghormati, suka memberontak, sangat dinamis, dan punya kestabilan emosional yang kurang terjaga.

Terlepas dari kualitas dan kelemahan yang dimiliki oleh generasi millennial, tetap saja industri pariwisata dan hospitality di Indonesia harus mengantisipasi kaum ini dalam beberapa tahun ke depan. Generasi yang ada sebelum generasi ini lahir, hendaknya dapat memahami kondisi mereka, dan mampu beradaptasi dengan karakteristik mereka yang unik. Generasi yang datang setelah mereka pun sepatutnya bisa bergerak selaras dengan dinamisnya kondisi psikologis mereka.

Terdapat dua hal menarik yang menghubungkan antara generasi millennial dengan industri pariwisata dan hospitality. Pertama, kedua hal ini memiliki karakteristik yang sama-sama aktif, dan sama-sama selalu menginginkan perubahan. Kedua, Kedua hal ini juga saling terkait mengingat ke depannya, pasar utama industri hospitality akan didominasi oleh kaum millennial. Paling tidak, kebiasaan kaum millennial yang memilih untuk menghabiskan pendapatan mereka untuk berwisata menjadi pertanda betapa ke depannya industri hospitality bergantung pada perubahan kaum millennial. Di saat yang bersamaan, generasi millennial juga dapat diberdayakan dalam menjalankan roda industri hospitality.

Sebenarnya paling tidak terdapat empat keuntungan yang bisa diambil dari generasi ini dalam mengembangkan industri hospitality. Pertama, generasi millenial secara alamiah memang sangat dekat dengan teknologi. Mereka tidak antipati dengan teknologi informasi, terlebih penggunaan big data dan Internet of Things. Mereka selalu antusias dengan pergerakan teknologi informasi. Kreasi yang dibuat oleh kaum millennial juga selalu nampak menarik dan inovatif. Generasi ini bisa menjadi kekuatan inovasi industri untuk membuat bisnis hospitality menjadi lebih efisien, profitable, dan makin atraktif dengan pelanggan. Kedua, generasi millennial dipandang lebih berpendidikan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Dapat dicermati dari data statistik bahwa dengan semakin mudahnya pendidikan diakses, keinginan masyarakat untuk bersekolah juga semakin tinggi. Keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya juga semakin meningkat setiap tahunnya. Jumlah sarjana semakin bertambah setiap tahunnya, belum lagi jumlah magister dan bahkan guru besar yang kedepannya mulai bertambah dari generasi millennial. Ilmu pariwisata yang baru diakui pada tahun 2007 di Indonesia juga memunculkan sarjana-sarjana kepariwisataan di negeri dari tahun ke tahun. Hal ini akan membuat industri hospitality menjadi lebih siap untuk menjawab tantangan-tantangan yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya. Ketiga, generasi millennial gemar untuk mencari jawaban atas sebuah pertanyaan yang dulu susah dipecahkan. Jika generasi sebelumnya sering menjawab pertanyaan sulit dengan berkata “hal itu sudah terjadi sejak dulu”. Generasi millennial lebih suka untuk mencarinya melalui internet, atau menanyakan ke teman-teman mereka melalui media sosial. Bahkan, jika mereka tidak mampu menjawabnya, mereka akan menggunakan forum-forum online untuk menjawab persoalan mereka. Hal ini berkaitan dengan perkembangan industri pariwisata, di mana generasi millennial selalu tertarik untuk mencari referensi dan rekomendasi pada suatu objek atau fasilitas pariwisata, dibandingkan langsung memesannya. Keempat, generasi millennial berpikiran lebih terbuka dan mau menerima perbedaan pendapat. Motivasi generasi millennial untuk berkuliah atau bekerja, hingga bertempat tinggal di luar negeri lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Bukan karena mereka memiliki uang, namun lebih kepada menemukan suatu pengalaman baru. Hal ini memberikan warna tersendiri dalam perkembangan industri pariwisata yang berakar dari kekayaan budaya.

Pada akhirnya, semua pihak sepakat bahwa generasi millennial merupakan sosok yang ideal untuk industri hospitality yang membutuhkan komunikasi, keterbukaan dengan beberapa orang dengan latar belakang budaya yang berbeda, serta bersifat sangat dinamis. Setiap generasi sebenarnya memiliki keterampilan dan keunikan masing-masing. Namun, seringnya generasi millennial mendapatkan diskriminasi dan sering diragukan kemampuannya, menjadi hal yang harus diperhatikan lebih lanjut. Adalah hal yang penting untuk mengetahui lebih lanjut kelebihan dan kekurangan masing-masing generasi sebelum rekrutmen dilakukan.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker