JAKARTA

RAHMIJATI JAHJA DIUNDANG JADI PEMBICARA EMPAT PILAR MPR-RI DI BATAM

Laporan : Tim Kabar Publik (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba.

BATAM [KP] – Ketua PGRI kabupaten Gorontalo Hj. Rahmijati Jahja, S.Pd jadi pembicara sosialisasi Empat Pilar MPR-RI kerjasama dengan Pengurus Besar pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia, dihadiri oleh pengurus dan jajaran PGRI se provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) di Batam.

Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo tampil memukau, dalam materi yang disampaikan dalam pertemuan itu Hj Rahmijati Jahja, S.Pd menegaskan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak dalam pembentukan karakter anak bangsa.
Di era milenium dan era digital dunia sudah ada dalam genggaman kita, kita lihat SmartPhone sudah meraja lela dikalangan anak-anak, dari umur tiga tahun sampai kakek nenek dasar itulah kenapa sekarang ini sang guru dituntut dapat mengexplorasi kemampuan diri baik dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai profesi Guru, banyak informasi yang mereka dapatkan dari smartPhone tersebut baik informasi positif maupun informasi Negatif, maka guru diharapkan menjadi benteng dan filter terhadap informasi-informasi yang mereka akses dari smartPhone,”ungkap Rahmijati yang juga senator DPD RI itu.

Menurut Hj. Rahmijati Jahja, S.Pd perlu adanya perhatian Guru generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa itu adalah modal dasar munculnya generasi muda yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.

“Generasi muda yang berkarakter kebangsaan yang kuat dan pekerja keras akan mampu menjadi penyelamat Negara ini termasuk menjadi pimpinan nasional. Generasi muda jangan takut untuk menggapai itu semua, asal bekerja keras maka Insya Allah akan tercapai,” katanya.

Dalam kesempatan itu Hj. Rahmijati Jahja, S.Pd juga menegaskan kepada para generasi Guru muda agar bangga dengan kemampuan sebagai anak bangsa Indonesia. Kebanggaan sebagai bangsa yang berpancasila.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Rahmijati Jahja, S.Pd menekankan bahwa jadi seorang guru dalam menjalankan tugas mengajarnya, bukan hanya sekedar mengajar untuk mengugurkan kewajiban akan tetapi punya tanggung jawab moril terhadap masa depan anak-anak bangsa, seperti peran kita sebagai orang tua yang punya tanggung jawab terhadap seorang anak, karena pondasi masa depan anak bangsa tidak lepas dari peran seorang guru selain peran orang tua di rumah.

“Generasi muda janganlah silau dengan apapun yang dari luar. Kualitas dan kemampuan bangsa kita tidak kalah dengan bangsa lain, itu harus dicamkan,” tandasnya diakhir materi sang senator senayan ini berpesan bahwa menjadi seorang guru adalah pekerjaan mulia, jadi jangan pernah risih dengan profesi guru, baik dia guru ASN maupun guru honor, dan dengan dukungan para Guru dan masyarakat di provinsi Gorontalo mengantarkan saya menjadi seorang senator.#[KP]..

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker