oleh

JUAL BELI SUARA PILREK, IBARAT ASAP TANPA API

Laporan : Tim KP (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba
GORONTALO [KP] – Pemilihan Rektor (Pilrek) UNG (Universitas Negeri Gorontalo) yang akan digelar pekan depan harus bersih dari praktik transaksional. Itu sebabnya para Anggota Senat dan Guru Besar yang mempunyai hak memilih harus dapat menjaga martabatnya sebagai sosok intelektual yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas serta melindungi marwah UNG sebagai Perguruan Tinggi yang berkeadaban, jangan mau dibeli. Sebab hanya dengan begitu Pilrek akan menghasilkan sosok rektor yang berintegritas dan profesionalitas pula.
Demikian Koordinator Gorontalo Corruption Watch (GCW) Deswerd Zougira saat dimintai pendapatnya soal dugaan jual beli suara menjelang Pemilihan Rektor UNG. Kabar Publik beberapa hari lalu mengutip sumber yang menyebutkan satu suara pemilih dalam pemilihan Rektor konon diharga sebesar Rp. 50 juta.
Menurut Deswerd, tudingan jual beli suara yang muncul pada setiap kali menjelang Pilrek di berbagai Perguruan Tinggi Negeri tidak bisa dihindarkan tetapi sulit untuk dibuktikan. Ibarat ada asap tiada api. Aromanya tajam dan menyebar kemana-mana. Kata dia, praktik kotor ini, kalau ada, bisa terungkap bila ada orang dalam yang terlibat melaporkannya.
Itu sebabnya, tambah Deswerd, GCW sudah membuat kesepakatan informal dengan beberapa pihak, baik di internal maupun eksteranal UNG untuk bersama-sama mengawasi proses pilrek agar berjalan sesuai aturan.
“Kami sudah sepakat bila ditemukan ada bukti praktik transaksional atau ancaman dan tekanan selama proses pilrek maka harus membukanya ke public,” ungkap Deswerd.
Hingga berita ini dibuat ada Lima nama calon Rektor yang sudah dipastikan ikut Pilrek. Beberapa diantara Calon Rektor ada yang menduduki jabatan penting baik di kampus maupun diluar kampus UNG.
Prof. Ani Hasan, merupakan Ketua PGRI provinsi Gorontalo, sementara Prof. Hariadi Said merupakan mantan Rektor Universitas Gorontalo, sementara Prof. Mahludin Baruadi menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik. Sebelumnya pernah menjabat Dekan Pertanian dan Wakil Rektor Bidang IT dan Kerjasama. Sedangkan DR. Edward Wolok pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan, sekarang mengepalai Proyek Islam Develoment Bank bagi Pembangunan UNG.
Pada Pilrek kali ini tercatat ada 104 suara yang berhak ikut memilih terdiri dari 68 Anggota Senat dan Guru Besar serta 35 suara mewakili Kemenristekdikti. Sesuai catatan Kabar Publik, UNG mestinya memiliki Rektor definitif pada Desember tahun lalu bersamaan dengan berakhir masa jabatan Syamsu Qamar Badu. Namun belakangan masa jabatan Badu diperpanjang selama 6 bulan sebagai Plt tetapi di tengah jalan mendadak diganti Jhon Hendri dari kementerian hingga saat ini.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Feed