KONTROL

KAJATI GORONTALO UNGKAP PENANGANAN KASUS KORUPSI DI GORONTALO DAN PENERAPAN HUKUMAN MATI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO [KP] – Aktivis dan pemerhati anti korupsi di Gorontalo sangat berharap agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DR. Jaja Subagja dapat menyelesaikan berbagai kasus korupsi di Gorontalo, termasuk kasus korupsi peninggalan Kajati lama, Firdaus Dewilmar.

 

Terkait dengan komitmennya di Gorontalo untuk penegakan hukum khususnya kasus korupsi, Jaja Subagja mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk melanjutkan dan menyelesaikan apa yang sekarang dikerjakan oleh Kajati lama apabila ada yang belum terselesaikan.

 

“Itukan teman Saya, ya sudah, apa yang sekarang dikerjakan beliau akan Saya selesaikan semaksimal mungkin,” ungkap Jaja kepada media, Senin (08/07/2019) usai pelaksanaan Sertijab.

 

 

Untuk kasus korupsi di Gorontalo, mantan Wakajati Jawa Timur itu mengatakan akan mendalami kasusnya dengan memanggil Tim yang menangani sejak awal.

 

“Yang menjadi target kedepan dalam menangani kasus korupsi, Saya akan dalami dan pelajari dulu sekaligus akan mengumpulkan Tim kita untuk melakukan pemaparan agar Saya dapat mengetahui sejauh mana posisi kasus tersebut serta kami akan melakukan peninjauan, sehingga apa yang belum sempurna kita bisa sempurnakan,” tegas Jaja Subagja saat menjawab bebagai pertanyaan dari wartawan.

 

Jaja Subagja merupakan lulusan Doktor dari salah satu Universitas di Jawa Timur. Dirinya memiliki Desertasi tentnag bagaimana para tersangka kasus korupsi lebih baik di hukum mati. Dirinya mengakui akan hal itu.

 

“Itu Desertasi Saya. Pasal 2 ayat 1 dalam undang undang Tipikor. Jadi apa yang dilakukan tindak pidana oleh ayat 1 dalam hal tindak pidana dalam keadaan tertentu seperti bahaya, krisis ekonomi, bencana alam, hukuman mati, itu bisa di terapkan apabila masuk pada Pasal tersebut, akan tetapi harus yang benar-benar nilainya tidak sedikit dan merugikan masyarakat,” ungkap Kajati Gorontalo.

 

Namun, ketika ditanya wartawan bagaimana jika penerapan itu diterapkan di Gorontalo? Jaja langsung menyela dan melarang jika penerapan itu di terapkan di daerah ini.

 

“Janganlah kasihan masyarakat,” ungkap Kajati sambil menjelaskan, untuk penerapan itu juga harus dilakukan oleh ahlinya agar kita bisa tahu benar tidaknya kasus tersebut. Begitu pula dengan nilai kerugiannya. Apakah rakyatnya sengsara tidak.

 

“Jadi untuk penerapan hukuman mati ini harus benar-benar ditangani oleh ahlinya. Berharap di Gorontalo jangan sampai ada musibah seperti itu,” jelas Kajati diakhir dirinya memberikan keterangan pers kepada wartawan.#[KP-Risky/MM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker