KONTROL

SEMINAR NASIONAL DI IAIN, MAHFUD BICARA SOAL REKONSILIASI BANGSA HINGGA ISUE DIRINYA SEBAGAI MENTERI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO [KP] – Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus Wilayah, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia Provinsi Gorontalo Periode 2019-2024 dengan mengangkat Tema “Rekonsiliasi Pasca Pemilu Serentak 2019 dalam Perspektif Ketatanegaraan”, Sabtu (06/07/2019) pukul 13:00 bertempat di Aula LP2M kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo jalan Gelatik Kelurahan Heledulaa Utara Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo.

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Guru Besar Hukum Tata Negara (HTN) Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, sekaligus sebagai keynote speaker pada kegiatan itu.

 

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji Haeder, M.Ag membenarkan, merespon kegiatan tersebut dengan positif dan penuh pengharapan. Menurutnya, kehadiran Guru Besar HTN Prof. Dr. Moh. Mahfud MD sebagai keynote speaker ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

“Saya mengapresiasi semua yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan Seminar Nasional ini, apalagi dengan mengundang Guru Besar Hukum Tata Negara,” ungkapnya.

 

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD dalam penyampaian materi terkait dengan tema diatas, menegaskan kembali ke posisi masing-masing sesuai dengan tujuan Negara yaitu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia itu posisinya rekonsiliasi. Jangan terus kita bermusuhan yang tidak jelas sesama kita sendiri supaya kita ingat bahwa pemilu itu hanya untuk memilih pemimpin 5 tahun sehingga kita berindonesia ini adalah untuk selamanya. NKRI dengan ideologi pancasila di mana agama itu menjadi spirit bagi penyelenggaraan negara tetapi tidak menjadi dasar negara itu sendiri, kemudian kita dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan konstitusi karena ini adalah Negara demokrasi yang diukur dari perbedaan kultur, ras, suku, agama dan sebagainya, maka harus ada Pemilu dan begitu Pemilu selesai, yaa selesai 5 tahun terima siapapun yang menang di dalam Pemilu itu.

 

“Kita dirikan Indonesia dalam perbedaan, mari bangun NKRI ini dengan saling melindungi, saling menghargai hak, kalau kita beribut terus itu berarti kita menentang konstitusi, Pemilihan selesai yaa selesai. Oleh karena itu mari kita rawat demokrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga kalau sekarang Pemilu sudah selesai, masih ada yang tidak terima rekonsiliasi,” ungkap Prof Mahfud sambil mengingatkan jika rekonsiliasi itu bukan bergabung di dalam satu institusi, rekonsiliasi itu tidak harus ikut menjadi pejabat, rekonsiliasi itu kembali ke posisi bahwa setiap peserta Pemilu tugasnya adalah menjaga konstitusi yang ada di DPR.

 

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Lahaji Haedar berharap kepada civitas akademika,  khususnya mahasiswanya agar menyimak dan memperhatikan betul penjelasan materi dari Pakar Hukum Tata Negara itu.

 

“Dengan adanya keynote speaker yaitu Pakar Hukum Tata Negara, nantinya mahasiswa khususnya IAIN bisa meningkatkan wawasannya soal Hukum Tata Negara,” harapnya.

 

Usai kegiatan Seminar, wartawan media ini meminta tanggapannya terkait dengan isu yang beredar mengenai dirinya yang dikabarkan akan menempati posisi yang strategis dalam kabinet Presiden dan Wakil Presiden, Ir. Joko Widodo & Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin yang terpilih periode 2019-2024. Prof. Mahfud mengatakan jika dirinya belum pernah bicara resmi terkait dengan tawaran tersebut.

 

“Owhh, itu isu di luar saja, karena soal kabinet sampai dengan saat ini belum pernah secara resmi dibicarakan dan ditawarkan, nah kalau isu itu beredar itu spekulasi saja mungkin ada orang-orang yang ingin memancing-mancing atau memang ada yang ingin mengusulkan begitu,” jelas Mahfud sambil meminta kita untuk kembali kesistem pemerintahan kita yakni sistem Presidensil, dimana urusan kabinet itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden, tidak ada tawar-menawar dengan calon atau dengan apapun bahwa mendengar pendapat masyarakat itu tapi pada akhirnya yang harus menetapkan itu Presiden. #[KP-Afandi K/MM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker