HUKRIM

DIPENGARUHI MIRAS, DUA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI LIMBOTO NYARIS TAWURAN

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

Pelajar SMA dari 2 sekolah yang berbeda nyaris baku bukul yang berpeluang terjadi tawuran. Pasalnya, keduanya sudah menganjak teman-teman sekolahnya untuk saling berhadap-hadapan.

 

Persoalan ini sesunguhnya hanya sepele. Namun dikarenakan sudah dikuasi minuman keras (Miras) maka ketersinggungan pun tak bisa dihindari.

 

Kamtibmas Polsek Limboto, Brigadir Budi Bagus Satria yang bertugas menjaga keamanan di wilayah tersebut kepada wartawan kabarpublikgo.info menjelaskan bahwa dua hal yang menjadi pemicu sehingga tawuran antar pelajar terjadi.

 

“Mengonsumsi Miras dan akibat motor yang menggunakan klnalpot racing,” tegas Brigadir Budi Satria, Kamis (04/07/2010).

 

Seorang pelajar dari salah satu SMK di Limboto, jelas Brigadir Budi Satria, melintasi di depan sekolah SMA dengan memainkan gas motornya hingga membuat bising akibat knalpot racing tersebut. Aksi itu membuat pelajar SMA itu tidak senang sambil memperliahtkan muka sinis kepada pelajar SMK yang melintasi sekolah itu. Tidak terima dengan tatapan sinisnya, pelajar SMK itu pun memberikan perlawanan dengan suara lantang.

 

“Kiapa kurang sanang?” ucapa nakan SMK tersebut. Merasa berada di lingkungan sekolahnya, anak SMA ini pun menjawab ucapan itu. “Iyo kiapa dank,” jawab pelajar SMA ini.

 

Merasa kekuatannya sangat kurang, siswa SMK ini pergi ke sekolahnya dan meminta bantuan teman-temannya. Sementara diantara mereka ada yang sudah dikuasi Miras. Untungnya pihak sekolah mengetahui hal buruk tersebut dan langsung meminta bantuan pihak Polsek Limboto.

 

Karena pihak Polsek Limboto selalu siaga, maka bergegaslah anggota kepolisian Kamtibmas Brigadir Budi Bagas Satria Setiawan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan reaksi cepat, tawuran pun bisa dicegat. Mereka yang terlibat pun langsung diamankan ke kantor Polsek Limboto.

 

Mereka yang terlibat tawuran itu dengan inisial AB,AI,HM dan AP diambil datanya dan dilakukan pemeriksaan. “Kami sudah menyelidiki bahwa ini hanya karena dalam pengaruh Miras,” ungkapnya. Mereka dibina dan masing-masing membuat pernyataan baik lisan maupun tulisan untuk tidak lagi membuat hal yang serupa di kemudian hari.

 

Keempat pelajar itu menerima sanksi dengan menceburkan dirinya ke dalam kolam ikan yang berada di samping kantor Polsek Limboto. Mereka pun dipulangkan dan diserahkan ke guru mereka yang mendampingi hingga ke kantor Polsek.

 

“Mereka diceburkan kedalam kolam sebagai ganjaranya, dan tidak menahan siapapun yang terlibat,mengingat masadepan mereka yang masih duduk di bangku sekolah,” ungkap Brigadir Brigadir Budi Bagas Satria Setiawan.

 

Dirinya menghimbau kepada masyarakat  agar dapat berkerja sama dalam masalah yang terjadi dilingkungan tersebut dan orang tua, para guru harus lebih intensif membina serta mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang serupa.#[KP-Kipin/MM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker