KABGOR

MENJANJIKAN, PRODUK PANGAN LOKAL BAKAL KETIBAN ANGGARAN 600 JUTA DARI PUSAT

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

TELAGA BIRU [KP] – Pemerintahan Daerah Kabupaten Gorontalo  melalui Dinas Ketahanan Pangan mengelar  pertemuan koordinasi  dengan kelompok  pengembangan industri pangan Lokal di desa Dumati kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/06/2019). Pertemuan ini dibuka secara resmi Sekertaris Daerah Ir. Hadijah U Tayeb dengan menghadirkan kelompok hasrat khusus produk olahan jagung.

 

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kelompok Hasrat Desa Dumati itu turut pula dihadiri kepala Dinas Ketahanan Pangan, Nani Mokodongan, Camat Telaga Biru Syaiful Hippy serta masyarakat.

 

Di daerah ini produk unggulan salah satunya jagung. Oleh karena itu, kata Sekda, bagi masyarakat yang kembangkan olahan produk jagung dinilai sangat baik untuk dikembangkan dalam peningkatan pendapatan keluarga karena bahan baku tidak sulit didapat karena memang ada di daerah ini.

 

“Dari dulu sesuai selera permintaaan pasar jagung di Gorontalo sudah terkenal. Cuma bagaimana cara kita memodifikasi yang sesaui selera permintaan pasar. Begitu banyak makanan olahan dipasaran dan rata-rata olahan itu dari bahan jagung,” Kata Sekda Hadijah dalam sambutannya.

 

Lebih jauh wanita yang biasa disapa Ibu Ija itu menambahkan, bahan makan yang dijual dipasaran saat ini sebagian besar bahan bakunya dari jagung. “ Tapi, bahwa itu bukan produk kita, melainkan produk dari luar,” tambahnya.

Nah, bagaimana kita bisa menyamai itu? Oleh karena itu, produk unggulan jagung di daerah ini harus diolah sendiri untuk memenuhi permintaan pasar tadi.

“Alhamndulillah, di tempat ini sudah ada beberapa produk Pia jagung, Stick jagung sudah mulai dikenal di daerah ini sebagai olahan produk masyarakat kabupaten Gorontalo di kecamatan Telaga Biru,” ungkap Hadijah.

 

Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen mengembangkan usaha ini. Hal ini dapat dilihat bahwa perjuangan pemerintah kabupaten Gorontalo dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan di di pusat  senilai Rp. 600 juta untuk pengembangan produk Pangan ini.  Ia berharap, produk ini agar dikembangkan terus, kelompok ini agar tetap awet.

 

“Jangan hanya karena awal mendapat bantuan kelompoknya kompak, akan tetapi setelah berjalan tidak kompak lagi. Maka, administrasi dibuat dengan baik dan segaaa sesuatu yang dihasilkan dikoordinir dengan baik. Kemudian kelompok ini jangan sampai bubar, usahan tetap awet dan bersama-sama sampai usaha ini berkembang dan diharapkan ini menjadi cikal bakal produk industri,” Harap Hadijah akhiri sambutannya.#[KP-Kipin/HMS]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker