KABGOR

HEBOH, VIDEO SISWA NGELEM. SESCA: KONSELING DAN EDUKASI TERUS KAMI BERIKAN

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

LIMBOTO [KP] – Sekretaris Dinas Pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak Kabupaten Gorontalo Sesca Uno selaku lembaga pemerintah khusus menangani perlindungan anak dan perempuan, mengatakan. Pihaknya selain sudah mendatangi pihak sekolah, dan menjumpai para siswa tersebut dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat, bersama instansi terkait. Sebab menangani hal yang demikian, membutuhkan kolaborasi semua pihak terkait, khususnya dalam memberikan pendidikan edukasi terhadap anak dan orang tua.

 

”Artinya sebuah konseling harus terus kita berikan, pengetahuan yang lebih akan bahaya, dan tingkah laku anak ketika menkonsumsi hal yang demikian,” tukas Sesca yang juga selaku Sekertaris P2TP2A.

 

Kata Sesca, selama ini pihaknya terus memberikan pendidikan yang positif hingga pula terus memantau perkembangan anak disetiap sekolah, agar hal hal demikian tidak perlu terjadi. Sebab ketika itu dilakukan diluar jam sekolah, peran orangtua pula akan sangat dibutuhkan dalam bekerja sama menciptakan lingkungan yang positif bagi anak. Artinya semua peran berkompeten dalam hal ini, baik sekolah harus maksimal dalam memberikan pengawasan dan edukasi pergaulan sehat, termasuk pula peran aktif orangtua siswa juga harus ada, artinya semua pihak harus turun bersama, tanpa ada saling menyalahkan. Semuanya baik Dikbud, orang tua korban, dan BNNK serta Psikolog itu sendiri.

 

Tanggapan P2TP2A ini menyangkut beredarnya video siswa sekolah di Kabupaten Gorontalo, dimana siswa sekolah tersebut terlihat menkonsumsi/menyalahgunakan barang terlarang, Lem E-habon. “Ya, ada beberapa yang pernah mengikuti konseling. Salah satu korban yang ada dividio tersebut sering bolos pada konselong, dan yang sering bolos, hingga terulang kembali pada kasus ini,” tutur Sekdis.

 

Bagi Sesca, korban seperti ini tidak bisa dimusuhi atau dipukuli, karena akan berakibat fatal terhadap mental korban, bisa depresi. Jadi harus diajak berteman dan dilindungi agar apa yang mereka alami bisa kita ketahui dan bisa kita obati, dan disitulah tugas kami P2TP2A, memberikan perlindungan terhadap anak, urai Sesca,

 

”Pada dasarnya, mereka kita berikan pembinaan, pendampingan tanpa harus memusihi dan memarahi mereka.Konseling dan Edukasi Terus Kami Berikan,” TAndas Sesca.#[KP/HMS]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker