HUKRIMKONTROL

GOR UNG MANGKRAK, NAWIRANTO POLINGGAPO DESAK JANJI KAJATI GORONTALO

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Tak tersentuh lagi? Ini pernyataan pesimis terkait penanganan kasus Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Gorontalo oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Proyek yang berlabel tahun anggaran 2014 itu kini kokoh berdiri tiang-tiang bangunan.

 

Dari penelusuran media ini, proyek multi years GOR didanai dengan anggaran 27 milyar. Bahkan ada dana juga dari DED senilai 1,5 milyar. Tetapi, hingga kini proyek tersebut masih seperti itu adanya. Padahal, banyak aktivitas mahasiswa jurusan Penjaskes UNG melakukan prakterk olah raga ditempat itu.

 

Dalam kondisi bangunan seperti ini saja, UNG jurusan Penjaskes sudah membawa nama harum Gorontalo dibidang olahraga Takraw. Tercatat, Ikram Tine mahasiswa akhir di jurusan ini merupakan mahaiswa yang selalu menggunakan fasilitas GOR tersebut. Bahkan kini dirinya tercatat sebagai atlet tim Pelatnas cabang Sepak Takraw.

 

Saat pengresmian gedung baru UNG di Bone Bolango, Ikran Tine sempat curhat ke Menteri Riset dan Teknologi, dalam sebuah acara yang dirancang khusus bersama mahasiswa dan Mnteri itu sendiri. Sampai-sampai Menteri menyediakan hadiah laptop kepada mahasiswa yang memiliki nilai tinggi dan berprestasi.

 

Dihadapan Menteri, Ikram Tine berulah. Dia membuat wajah pimpinan UNG saat itu merah. Aksinya yang mengatakan jika proyek GOR mangkrak dihadapan Menteri membuat reaksi pimpinan UNG sedikit berubah. Melihat kondisi itu, Wakil Rektor III mencoba untuk menghalanginya dengan membatasi waktu bertanya. Adegan tarik menarik mik pun terlihat diatas panggung gedung itu.

 

Nawiranto Polinggapo, kembali mempertayakan kepada pihak Kajati terkait penyelesaian kasus ini. Sejak awal dirinya bersama aktivis mahasiswa lainnya terus mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Mereka mempertayakan kelanjutan kasus tersebut. Padahal kasus ini sudah lama ditangani pihak Kejati Gorontalo.

 

“Kami dijanjikan oleh pak Kajati untuk penyelesaian kasus ini secepatnya. Namun hingga kini janji itu belum juga terpenuhi,” ungkap Nawiranto Polinggapo.

 

Kajati Gorontalo, DR. Firdaus Dewilmar yang dihubungi via WhatsApp hari ini, Sabtu (25/05/2019) sejak pukul 13.59 wita memberikan tanggapan singat. Dirinya berharap dukungan dari semua pihak.

 

“Berdoa semoga lancar,” ungkap Kajati singkat.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker