POLITIK

POHUWATO TAK BUTUH INTEGRITAS, TAPI ISI TAS

Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Mahmud Marhaba

 

MARISA [KP] – Ribut-ribut soal figur calon Bupati Pohuwato pengganti Syarif Mbuinga kedepan, pendapat berbeda disampaikan Hendriyanto Mahmud warga Kecamatan Duhiada.

Baginya, semua figur memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk bertarung merebut kursi Bupati pasca Syarif Mbuinga. Namun, ada satu hal subtansial yang harus dipenuhi yakni isi tas.

Menurutnya, dalam pertarungan apa saja termasuk di Pilkada nanti, tidak terlalu penting seseorang atau figur memiliki integritas maupun kemampuan akademik atau bahkan syarat formil lainnya. Namun, yang paling penting itu adalah berapa isi tas.

“Silahkan semua orang berlomba-lomba maju dan siap bertarung di Pilkada nanti. Tapi, mesti diingat satu hal subtansial yang harus dipenuhi adalah berapa isi tas, ” terang Hendrik saat berbincang dengan wartawan.

Fenomena ini sering terjadi disetiap perhelatan pemilu. Orang kata Hendrik tidak lagi peduli dengan kemampuan akademik dan integritas seorang figur. Tidak lagi melihat dan menilai sikap baik dan program serta visi misi yang baik untuk kemaslahatan orang banyak.

“Yang menjadi penilaian dan dasar pilihan bukan lagi soal integritas dan kemampuan akademik, melainkan telah bergeser pada hal – hal yang sifatnya pragmatis. Anda tak perlu pintar dan baik, tapi anda cukup punya isi tas, ” terang Hendrik.

Hendrik lalu menceritakan beberapa fenomena perhelatan demokrasi. Sebut saja misalnya pada Pileg 2019 kemarin. Pada saat semua caleg resmi terdaftar maka saat itulah Dia mulai mengkampanyekan dirinya, visi misinya bahkan progamnya. Mereka manfaatkan waktu kampanye yang diberikan oleh penyelenggara Pemilu. Tapi, menjelang lima hari pelaksanaan demokrasi atau masuk minggu tenang, maka semua berhenti menjual dan mengkampanyekan dirinya. Dalam kondisi demikian, maka isi tas merupakan satu-satunya faktor yang menentukan kemenangannya. Dan itu banyak terbukti.

“Lihat fenomena Pileg kemarin, selama kurun waktu jadwal kampanye, hampir semua kontestan Pemilu menjajakan diri dan visi misinya. Tapi, begitu masuk minggu tenang, semua usaha dan upaya itu seakan sia-sia, kalah dengan mereka yang mengandalkan isi tas,” ujar tokoh muda yang kritis ini.

Karena itu, dalam Pilkada kedepan kata Hendrik, Pohuwato sesungguhnya tidak membutuhkan figur yang punya integritas, melainkan figur yang memiliki isi tas. Meski demikian, Ia masih tetap berharap paradigma berpikir masyarakat Pohuwato akan berubah. Sehingga yang dilahirkan adalah pemimpin yang benar-benar kapabel dan mencintai rakyatnya.#[KP/Jundi]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker